#3 [Jeonghan POV]

1K 169 60
                                        

"Gwaenchanha?"

Aku hanya tersenyum seadanya pada Minhyuk.

"A~ah. Kau sama sekali tidak baik-baik saja." Minhyuk kembali menuangkan wine pada gelasku yang kosong. "Minumlah sepuasmu. Kau butuh ini."

Ku mengambil gelas yang di isi oleh Minhyuk lalu menegak habis wine-nya. Aku ini peminum yang kuat. Wine macam ini tidak akan membuatku mabuk.

"Sekarang aku mengerti kenapa kau begitu membenci Hong Jisoo."ucap Minhyuk sambil menggelengkan kepalanya. "Dia memang kurang ajar. Arogan, seenaknya."

Aku ikut mengangguk-anggukan kepalaku mendengar ucapannya.

"Melihatnya tadi membuatku benar-benar muak. Tidak ada yang berkata 'tidak' pada keinginannya itu, bukan? Bahkan Haneul hyung membiarkannya." Minhyuk tampak menegak habis wine-nya. "Kalau Haneul hyung saja diam. Apalah yang bisa ku lakukan? Aku hanya bisa diam melihat chaebol memuakkan itu."

Tanganku bergerak menepuk-nepuk pundaknya pelan. "Kau juga chaebol, Minhyuk-ah. Hanya saja kau..." aku berhenti sejenak untuk tertawa padanya.

"Mwo? Hanya saja apa?"

"Hanya saja kau chaebol jelata."

Bugh! "Ya!"serunya dengan meninju lenganku.

Aku hanya tertawa melihatnya. "Ah... mengesalkan..."

"Bagaimana?

Kau diam saja dia menculik Y/n seperti itu?"

"Sebentar."ucapku sambil mengambil ponsel dari saku celanaku. Aku segera menekan tombol '1' untuk berberapa saat. Terhubung Y/n...

"Taruhan berapa, telefonnya pasti mati atau tidak mungkin di angkat."

Aku hanya tersenyum. Jangan biarkan tebakan Minhyuk benar, Y/n-ah. Kau harus mengangkat telefonmu.

Tuuut.

Tuuut.

Tuuut.

"Lihat kan? Tidak diangkat-angkat."

"Ssst!"seruku, mulai kesal. Jebal. Jebal, Y/n-ah.

Klik! "YES!!!"seruku senang. Ku berikan tatapan meledekku pada Minhyuk yang kini mengibaskan tangannya padaku, kesal.

"Y/n-ah?"

"Ne, Oppa?"

"Eodiya?"

"Di apartemen kok." Aku sontak menghela napas lega mendengar jawabannya. "Wae?" Aku lega Hong Jisoo tidak membuatmu pergi dengannya begitu lama.

"Tunggu ya. Aku segera ke sana."ucapku.

"Ne, oppa." Klik!

"Kau pergi?"tanya Minhyuk.

"Eung." Sebelum pergi, ku sempat menepuk bahunya keras. "Hong Jisoo bisa bertarung denganku untuk berbagai hal, tapi tidak untuk satu ini."

Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang