"Perjalananku menyenangkan, Aboji."
"Heh, jangan berkata bohong padaku. Aku tahu cerita kau dinistakan oleh para putra elit Silla."
Aku hanya tersenyum mendengar ungkapan Aboji. Aboji tahu tentang perlakuan tidak pantas putra-putra keluarga elit Silla dari para mata-matanya, sedangkan Jisoo hanya perlu melihatku sesaat untuk mengetahui ada yang tidak beres denganku di Silla. Oh menyedihkan sekali keluargaku yang seperti ini.
"Jadi apa yang ingin Aboji sampaikan padaku? Tentu kau tidak memanggilku begitu larut untuk mendengarkan kisah perjalananku yang tidak menarik untukmu, bukan?"
"Tepat sekali." Aboji menutup lembaran perkamen yang ada di meja kerjanya.
"Jadi...?"
"Hong Jisoo telah ditetapkan untuk menjadi Raja selanjutnya."
"A~ah..." aku tertawa pelan. "Jadi itu sebabnya kini panggilannya berubah menjadi Wangseja."
"Hah! Anak bau kencur itu tidak tahu apa-apa! Raja itu memang sudah gila memilih anak itu!"
Brak!
"Ah, mianhamnida, Aboji." Aku mengelus permukaan meja yang dengan sengaja ku gebrak berberapa saat yang lalu. "Tapi, Aboji, kau tahu bahwa Hong Jisoo bukanlah anak bau kencur. Dia selalu jadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya."
"Cih! Kau berkata begitu hanya karena kau berteman dengannya!"
"Mungkin."
Aboji kini menatapku dengan lekat. "Kau akan membunuhnya, Yoon Jeonghan."
Aku sontak membeku mendengar perkataan Aboji.
"Aku tidak pernah mensyukuri pertemanan kalian hingga saat ini. Akhirnya ada satu hal yang kau lakukan dengan benar."
Membunuh?
"Tutuplah prestasimu dengan membunuhnya lalu jadilah Raja."
Membunuh Jisoo?!
"Aku tidak akan membunuhnya."
BRAK! Gebrakan Aboji pada mejanya tidak membuatku beranjak sedikitpun.
Kini Aboji berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekatiku. "Kau tidak bisa berkata 'tidak' padaku, putraku. Kau akan membunuhnya dan membuat seluruh klan Yoon mendapatkan kekuasaan tertinggi di seantero negeri. Dan kau tidak bisa berkata 'tidak' untuk ini. Ini bukan tawaran. Ini perintah!"
"Kenapa harus aku?! Kau bisa menyuruh mata-matamu, pembunuh bayaran-mu, atau apalah itu. Tetapi, jangan kotori tanganku dengan dosamu, Aboji—" SSET!
Mataku melebar dengan horror menatap Aboji yang mencengkram daguku dengan begitu keras hingga rasanya dia mampu meremukkan wajahku saat ini juga. "Dengar, Yoon Jeonghan, aku tidak ingin memiliki anak yang gagal lagi. Aku tidak mau mengirim anakku lagi ke pengasingan. Kau yang terakhir dan kau yang akan menyelesaikan ini semua."
Aboji pasti mampu melihat betapa kuatnya aku menolak ini semua. Aku tidak akan membunuh satu-satunya sahabatku di dunia ini. Tidak atas dasar rasa hausnya akan kekuasaan.
"Pilihannya hanya ada dua, putraku. Dia yang mati atau kau yang mati."
—
Hong Jisoo bukan hanya sekedar keturunan raja. Dia itu sahabatku.
—
후백제 Hubaekje, 929
"Ya, Yoon Jeonghan!" Bugh! "Keluarga pengkhianat!" Bugh!
KAMU SEDANG MEMBACA
Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]
FanfictionJoshua x You x Jeonghan Hong Jisoo adalah pangeran Hubaekje yang terlahir kembali di tahun 2017 dengan dendam akan masa lalu. Mampukah Jisoo mengembalikan kehidupan yang seharusnya milikmu dan menyelesaikan semuanya di kesempatan kedua dari Tuhan? A...
![Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]](https://img.wattpad.com/cover/99454661-64-k49840.jpg)