#8 [Jeonghan POV]

706 121 19
                                        

BRUK!

Berbagai belanjaan yang ku beli di mini market kini sudah jatuh berserakan di jalanan. Aku tidak peduli. Yang ku tahu hanya apa yang kini ku lihat di depan mataku.

"Jisoo... terima kasih karena... tidak meninggalkanku..."

Meski suaranya serak di balik isak tangisnya, aku bisa mendengarnya dengan jelas. Sesungguhnya aku mendengar jelas semuanya. Aku telah melihat semuanya.

"Hong Jisoo...!"desisku marah.

Aku hendak pergi hingga sadar tidak ada gunanya kalau aku ke sana. Y/n tidak melepaskan tangan Jisoo. Bahkan ia membiarkan Jisoo yang kini memeluknya, seolah-olah itu memang yang ia inginkan.

Sontak ku menyentuh dadaku yang terasa nyeri. "Apa-apaan ini semua..."bisikku lirih.

Aku sudah menang puluhan kali dari Jisoo. Semua orang menyukaiku lebih dari Jisoo. Jadi seharusnya tidak ada alasanku merasa seperti ini. Karena seharusnya seorang Hong Jisoo tidak akan mampu mengalahkanku. Tapi karena dia Hong Jisoo... aku tidak tahu apa aku bisa menang.

Aku tidak peduli taruhan yang manapun, pertandingan yang manapun, apapun! Ambillah! Apapun, selain Y/n!

Kini Y/n dan Jisoo telah berbalik menuju ke arahku. Pasti mereka belum melihatku, melihat bagaimana mereka masih saling menggenggam tangan erat.

Tanpa sadar ku mengambil langkah mundur. Kenapa aku jadi kehilangan kepercayaan diri seperti ini?! Aku tidak boleh kalah dari Hong Jisoo.

"Y/n."panggilku, berusaha untuk terdengar biasa.

"Jeonghan oppa."

Kenapa...

Dadaku terasa semakin nyeri melihat Y/n yang hanya mengucapkan namaku dengan datar. Bahkan dia tidak terlihat akan sedikitpun melepaskan genggaman Jisoo padanya.

"Y/n." Ku ambil selangkah mendekat padanya. "Ayo pulang."

"Aku... aku akan tinggal sampai besok."

"Kembalilah dulu ke Seoul. Kita bisa langsung ke rumah sakit kalau kau mau. Tapi tidak di sini."suaraku yang semakin lama terdengar semakin kecil membuatku begitu benci pada diriku sendiri. Aku tidak bisa terlihat lemah seperti ini, terutama di hadapan Hong Jisoo.

"Jadi, yuk pulang denganku?" Ku ulurkan tanganku padanya. Ku mohon kau harus meraih tanganku.

"Aku..." Y/n mengangkat tangannya yang bebas. "Aku mau di sini." Dan bukan aku. Tangan Jisoo-lah yang diraihnya.

Aku meremas kepalaku frustasi. "Y/n. Hentikan hmm? Ayo pulang denganku. Oke? Pulang denganku ya? Hmm?"

PLAK! Untuk kedua kalinya di hari ini, dia kembali menepis tanganku.

"Y/n-ah, ada apa denganmu?"tanyaku berbisik. Apa yang terjadi? Apa yang terlewatkan? Apa ini sebabnya kau terus mengucap maaf padaku tadi?!

"Jisoo..." aku mengarahkan pandangku pada Jisoo yang tak sedikitpun melepaskan Y/n dari sisinya. Matanya yang selama ini terlihat begitu dingin dan datar, kini menatapku dengan... sedih? Sejujurnya itu membuatku lebih benci lagi padanya! "Apa yang telah kau lakukan, hah?!"

"Kau harus mendengarkan apa yang Y/n inginkan."

Berhentilah. Berhenti berkata seolah kau tahu segalanya tentang Y/n!

"Y/n–" "Oppa."

Kedua tangan Y/n sepenuhnya memeluk lengan Jisoo dengan erat. Tingkahnya itu, membuatnya tampak seperti anak kecil yang sedang berlindung. Bukan Jisoo yang berhak ada dalam pelukannya, Jisoo tidak pernah ada di sana, dia tidak berhak. Dia tidak punya hak akan Y/n. Bukan Jisoo yang seharusnya ia mintai perlindungan. BUKAN JISOO!

Sset! "Oppa!" Bruk! Aku menahannya yang kini berontak di dalam pelukanku.

"Pulang denganku sekarang juga."

"Jeonghan—" "Diam, Hong Jisoo!" Kalau bisa aku berharap, aku ingin dia lenyap. "Kau tahu apa yang mampu aku lakukan kalau kau masih mencoba untuk ikut campur."

"Ayo, Y/n-ah–" "OPPA!"

Kurasakan dekapanku yang melemas begitu mendengarnya berkata, "Pulanglah, Oppa."

Aku yang tiba-tiba kehilangan alasan untuk percaya kau akan selalu menjadi milikku.

"Aku tidak mau melihatmu."

Aku pun tidak yakin kau masih ingin aku yang ada di sampingmu, melindungimu.

"Tidak hari ini."

Y/n, apa yang sesungguhnya telah terjadi?

to be continued

Double update yuhuuuu~~~
Selamat menikmati~
Jangan lupa love nya dan commentnya jugaaa~~~
Stay tune for next update!

Love, Aemi

Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang