#6 [Jisoo POV]

1.4K 189 90
                                        

Y/n tidak pernah bisa berjalan dengan tenang di sampingku. Dia terus melangkah seolah-olah setengah meloncat layaknya langkah anak kecil. Baru berberapa jam yang lalu dia terlihat murung dan takut ketika tahu akan ku bawa ke Jeonju, tapi sekarang dia malah menjadi yang lebih semangat dariku.

"Jisoo-sshi! Jisoo-sshi!" Untuk kesekian kalinya dia menyerukan namaku. Ah, aku seperti sedang jalan-jalan menjaga anak kecil.

"Wae?"

"Lihat!"

"Indah kan?!"

"Eung."jawabku pelan.

"Yeah, seperti itu!"

"Hmm?"

Kini Y/n berhenti dihadapanku sambil menunjuk wajahku dengan telunjuknya. "Ekspresi seperti tadi harus lebih sering kau tunjukkan."

Aku menghela napas malas. "Ekspresi apanya..."

"Jisoo-sshi. Aku tahu kok kalau kau itu sebenarnya orang yang suka tersenyum. Entah apa yang merubahmu, tapi aku bisa melihatnya. Kalau kau bukan orang yang baik, kau tidak mungkin bisa membuat ekspresi seperti itu."

Ucapannya membuatku menatapnya lekat. Apa yang dia bicarakan? "Jangan berbicara seperti kau tahu segalanya tentangku."

"No, no. Salah. Harusnya tanggapanmu tidak begitu. Harusnya kau tersenyum dan berterima kasih karena aku percaya bahwa kau orang yang baik."

"Memang apa untungnya bagimu kalau aku ternyata orang yang baik?"

"Molla... senang kan punya teman orang yang baik."

"Aku bukan temanmu."

"Lalu apa?"

Aku terdiam akan pertanyaannya. Itu pertanyaan yang sederhana. Begitu sederhana yang harusnya dapat ku jawab tanpa berpikir. Tapi kenapa aku malah diam begini? Karena aku ingin menjawab hanya sekedar orang yang saling kenal, tapi hatiku memintaku mengatakan hal yang lebih.

"Kemana lagi kita habis ini?" Aku tidak mau membahasnya lagi. Memikirkannya aku jadi malu pada diriku sendiri. Lagipula aku mencegah ada kata-kata aneh dan tidak terkendali keluar dari mulutku.

"Eh?! Jangan mengalihkan pertanyaanku!"protesnya.

Puk! "Eh?!"

Tanpa sadar ku tersenyum kecil melihat pipinya yang terlihat bulat karena tanganku menggenggam erat kedua pipinya. Wajah macam apa ini? Lucu sekali... Eh?

Sset! Aku segera menarik tanganku dari wajahnya. Jisoo, mulutmu sudah terkendali tapi nampaknya tubuhmu masih berlaku seenaknya, hah?! Aduh aku ini kenapa?! Aku sungguh mengutuk perilaku-ku akhir-akhir ini!

"Terus kau kabur begitu saja setelah seenaknya memegang pipiku seperti itu?!"

Argh... Aku jadi salah tingkah begini... Biarlah. Lebih baik aku mulai kembali berjalan, meninggalkannya.

"Ya, Hong Jisoo-sshi!"

"Awas ya... hah...meninggalkanku lagi... hah...seperti tadi!"serunya dengan napas yang terengah.

Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang