#11 [Jisoo POV]

1.1K 197 55
                                        

Prok! Prok! Prok!

Youngbae hyung.

Akhirnya. Akhirnya dia menemukanku.

"Lanjutkan saja drama manis antara pengawal dan tuannya. Namun sebelumnya biarkan aku menyapamu. Annyeonghaseyo, wangsejanim..." ia tampak diam sejenak lalu ia memberikan senyuman miringnya padaku. "...wangsejanim, uri dongsaeng."

Entah apa yang terjadi padaku. Namun seluruh ketakutan, kegugupan, yang selama ini aku rasakan tiap saat melihat kematian yang terjadi tanpa henti tepat di depan kedua mataku, menguap begitu saja. Aku begitu ingin melawan.

"Tidak sulit bukan untuk menemukanku, Hyung?" Aku diam sejenak lalu membalas senyumnya, sama sinisnya. "...hyung? Wangja...nim?"

"Hahaha..." tawa kecil Youngbae hyung kini berubah menjadi tawa yang menggelegar. "Hahahahaha... kau sudah berlatih, Jisoo-ya. Berlatih sombong."

"Aku yakin Hyung yang lebih handal untuk urusan itu, bukan?"

ZING! Aku tersenyum masam melihatnya kini bergerak menghunuskan pedangnya. Ini saatnya. Ini saatnya ku harus maju melawannya kalau ku ingin memertahankan kepercayaan yang Aboji berikan padaku. Aku tidak boleh mati.

Aku menggenggam pedangku dengan mantap di sisiku. Kalau Gongchan hyung ada di sini, dia pasti akan menyorakinya. Seluruh Hubaekje tahu kalau Youngbae hyung adalah ksatria pedang terhebat.

Sejenak ku tatap langit di atasku. Bahkan matahari pun bersinar dengan redup. "Dewa, bantulah aku..."bisikku, memohon.

"Katakan padaku, dongsaeng. Apa yang harus aku lakukan dengan pedang ini?"

"Ku rasa kau sudah tahu jawabannya, wangjanim."

"Cih!" Seketika Youngbae hyung berjalan maju kearahku dengan pedang yang erat di genggamannya.

"Mari berhenti berbasa-basi."ucapnya. "Aku sudah ingin tidur dengan tenang di geunjeongjeon malam ini."

Ziiing! KLANG! Bunyi tebasan pedang yang berada di udara membuat kakiku yang hendak melangkah maju, terhenti.

"Hentikan ini, Youngbae wangjanim."

"Yoo Seungho..." Youngbae hyung tampak tertawa dengan sorot matanya yang terlihat datar. "Kau tahu kau menghalangiku seperti ini tidak akan merubah apapun. Aku akan tetap membunuh Jisoo."

"Tanpa mengurangi rasa hormat, namun Pyeha tidak membesarkanmu untuk melakukan hal macam ini."

"Semua orang tahu aku akan melakukan ini kalau si tua bodoh itu tidak memilihku."

"Wangjanim—" KLANG! KLANG! KLANG!

Tidak. Tidak. Mereka harus berhenti. Kalaupun ada yang mati hari ini, biarkanlah orang itu aku. Aku tak pantas menerima nyawa tak berdosa mati atas keberadaan diriku.

Aku setengah berlari menuju Youngbae hyung.

Klang! Ziiing! Klang! Klang! Klang! Bruk!

Meski hanya dari sekilas pandangan, siapapun pasti mampu melihat bagaimana kemampuan berpedang Youngbae hyung memang tidak terkalahkan. Seungho hyung tidak akan bertahan lama kalau keadaan terus seperti ini. Andwae! Seungho hyung!

Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang