Hubaekje, Musim Dingin tahun 930
Pandanganku jatuh pada salju yang turun menghujani bunga lotus di tengah kolam. Meski sekitarnya sudah tak tersisa oleh dingin, bunga lotus itu masih saja berdiri tegak, seolah-olah musim dingin tidak cukup menjadi alasan untuk membuatnya berhenti mekar. Keras sekali kemauannya untuk hidup, pikirku.
Aku sontak tersenyum.
Bunga lotus itu jadi mengingatkanku pada Y/n. Dia dengan senyum cerianya, di antara kehidupan istana yang begitu menyesakkan. Dia yang juga bertahan hidup mati-matian di dalam sini.
Aku memejamkan kedua mataku.
Apa harus dia berjuang hidup seorang diri?
Tak adakah yang bisa ku lakukan untuknya?
Apakah kalau aku jadi raja aku bisa menyelamatkannya?
Seandainya semua tidak serumit ini. Seandainya saja dia memang adikku yang sesungguhnya. Ah aku ingin mengutuk diriku sendiri karena banyak dari diriku yang merasa cukup bahagia dengan apa yang ada sekarang. Y/n-ah, apa yang bisa ku lakukan untukmu?
"Jisoo orabeoni."
Begitu ku buka kedua mataku, ku melihatnya disampingku, ikut menatap langit yang berkabut.
"Tidakkah Orabeoni kedinginan? Kalaupun kau senang dengan dingin ini, kau harusnya ikut mengajakku."
"Nanti kau sakit."jawabku pelan.
"Aniyo. Kau harus berhenti menganggapku lemah, Jisoo orabeoni."
Aku tersenyum mendengarnya. "Geurae?" Tanganku sontak menyentuh sisi wajahnya yang terasa begitu dingin. "Kalau ada apapun yang terjadi padamu karena aku, aku tidak akan mampu untuk hidup."
Tangannya yang tak kalah dinginnya balas menyentuh tanganku pada pipinya. Ia tersenyum lebar dengan mata yang tampak berkaca. "Karena itu aku percaya Orabeoni akan selalu ada disampingku, menjagaku. Jadi tidak akan ada hal yang buruk akan terjadi padaku. Karena ada Jisoo orabeoni disampingku."
—
Jeonju, 2017
Selepas kepergian Jeonghan, Y/n langsung berjalan kembali ke kamar dalam diam. Diapun tidak mengajakku berbicara hingga akhirnya ia tertidur. Namun dengan mata yang terpejam, tangannya tak lepas menggenggam tanganku. Syukurlah air matanya sudah berhenti mengalir. Meskipun begitu, ia masih sesekali mengerang dalam tidurnya. Apa dia bermimpi buruk? Apa ini semua terlalu menyakitkan untuknya?
Aku menyandarkan kepalaku pada tangannya. "Kenapa aku baru menemukanmu sekarang?"
Tapi ini lebih baik dibanding aku tidak pernah diberikan kesempatan lagi untuk bertemu dengannya di kehidupan ini. Aku jadi bertanya-tanya. Apakah ini pertama kalinya aku bertemu dengan Y/n sejak apa yang telah terjadi di masa lalu? Apa mungkin aku pun sudah bertemu dengannya di kehidupan lainnya?
"Y/n-ah."panggilku pelan. "Gomawo. Terima kasih karena kau mau bertemu denganku lagi. Terima kasih sudah datang di kehidupan kali ini."
Aku benar-benar bersyukur. Terlepas dari bagaimana hidupku kini, tapi bertemunya aku dengan Y/n membuatku lupa akan segala hal buruk yang ada.
"Ora...beoni..."
Aku tersenyum padanya yang menatapku dengan lemah. "Wae? Ada yang kau butuhkan?"
Sambil menggelengkan kepalanya pelan, Y/n mengeratkan genggamannya padaku. "Orabeoni... uri Jisoo... orabeoni..." lagi-lagi air matanya mengalir.
"Ah wae..?" Ku menghapus pelan air matanya. "Jangan menangis."
"Aku bermimpi kau meninggalkanku. Tapi kau masih ada di sini." Y/n tersenyum dibalik air matanya yang terus-menerus mengalir. "Sungguh, aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu. Ini terasa seperti... seperti mimpi."
Aku juga, Y/n. Berpikir bahwa ini semua mungkin saja tidak nyata.
"Kau... ng... Orabeoni, tidak akan lagi berpisah dariku kan?"
Pertanyaannya yang sarat akan ketakutan itu membuatku sedih. Aku membawa tangannya pada pipiku. "Aku tahu kehidupan kali inipun tidak akan lebih mudah dari hidup kita sebelumnya. Tapi sesulit apapun keadaannya, aku tidak akan membiarkan kita terpisah lagi."
Sudah cukup satu kali. Aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama.
"Jinjja?"
"Eung. Aku janji."
Harusnya aku mengucapkan janji ini beribu tahun yang lalu. Maafkan aku Y/n. Maaf telah terlambat mengatakannya.
Janji bahwa aku akan terus berada disampingmu.
— to be continued —
Kamus:
Aniyo = tidak
Geurae = oh gitu? (informal)
Gomawo = makasi (informal)
Wae = kenapa (informal)
Eung = ya (informal)
Jinjja = sungguh
KAMU SEDANG MEMBACA
Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]
FanfictionJoshua x You x Jeonghan Hong Jisoo adalah pangeran Hubaekje yang terlahir kembali di tahun 2017 dengan dendam akan masa lalu. Mampukah Jisoo mengembalikan kehidupan yang seharusnya milikmu dan menyelesaikan semuanya di kesempatan kedua dari Tuhan? A...
![Ancient Heart [SEVENTEEN IMAGINE]](https://img.wattpad.com/cover/99454661-64-k49840.jpg)