Part 22 - Kesempatan

3.3K 368 67
                                        

Aku baru sadar, vote udah sampe 3K. Thank you semuanya...
Terus vote dan komen ya... Jangan bosen-bosen.
Ditunggu komen paling lucunya. Haha

***

Happy Reading...

***

Tak ada aktivitas setelah debut, yang ada mereka seolah kembali menjadi trainee. Sudah sebulan dan mereka juga telah goodbye stage. Tak ada yang menyangka, setelah debut mereka tak ada kegiatan promosi apapun selain di program musik. namum mereka berempat sangat menikmatinya.

sementara itu tujuh orang lain sedang sibuk dengan persiapan comeback. tak ada yang spesial, mereka hanya sibuk pulang pergi studio dan dorm.

Namun berbeda untuk hari ini. Jisoo memutuskan untuk membeli makanan diluar. Ia sangat merindukan ramen ditempat langganannya. Jadi ia pergi sendiri untuk membelinya.

"Aku diatas, seperti biasa." bisik Jisoo sambil terkekeh pelan pada pelayan itu. Setelah itu ia beranjak pergi menaiki tangga.

"Aku sudah lama tak datang. Aku sangat merindukan tempat ini." guman Jisoo. Ia berjalan menuju kursi yang biasa ia tempati. Namun ternyata ada orang lain disana. Jisoo menghentikan langkahnya hendak kembali.

"Jisoo-ya."

Jisoo mengangkat wajah menatap orang itu. Ternyata Hoseok.

"Duduklah."

Jisoo menghela nafas panjang, ia tak menyangka akan bertemu dengannya sekarang.

"Duduklah, kita temankan?." ujar Hoseok.

Jisoo akhirnya duduk dihadapan Hoseok, tampaknya dia juga baru datang karena makanan pesanannya sama-sama belum datang. Tak mungkin juga dia datang tanpa memesan apapun kan?.

"Apa kabar?." tanya Hoseok.

"Baik. Bagaimana denganmu?." jawab dan tanya Jisoo.

Hoseok tersenyum. "Aku juga baik. Aku suka lagunya, kalian juga sangat baik dipanggung."

Jisoo tersenyum sambil mengangguk. "Terimakasih, tapi itu masih belum maksimal." ujarnya.

Tak lama setelah itu pesanan mereka datang. Jisoo mulai menyantap ramen tersebut dalam diam, begitu juga Hoseok. Tak ada kata-kata yang keluar, bahkan tak ada suara sama sekali.

Hoseok melirik Jisoo yang tak sekalipun menatapnya. Ia menghela nafas ringan kemudian melanjutkan memakan makanan tersebut.

Jisoo bukan tak menyadari jika Hoseok sesekali melirik bahkan menatapnya. Ia hanya berusaha tak menghadap atau melirik kearahnya.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini." ujar Jisoo saat dirasa Hoseok lagi-lagi meliriknya.

Hoseok terkekeh pelan. "Tidak kebetulan. Aku datang kesini karena kau akan datang "

"Lisa?."

Hoseok tak menjawab karena tak dijawabpun jawabannya sudah pasti.

"Jisoo-ya...." Hoseok menghela nafas. "Maafkan aku. Seharusnya aku sadar, kita hanya teman. Maafkan aku."

Jisoo mengangguk. "Tak apa."

"Tapi kau menjauhiku."

Jisoo menatap Hoseok. "Aku menjauhimu agar kau sadar bagaimana posisi kita... Oppa." Setelag mengatakan itu ia tersenyum begitu cantik.

Hoseok mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian tersenyum canggung. Bagaimana Hoseok tidak terbawa perasaan jika melihat senyum cantik itu saja hatinya berdebar?.

Kuatkan hati ini Tuhan.

***

Jennie menghampiri Chaeyoung yang sedang menikmati makan malamnya, sedari tadi ia panggil namun yeoja itu tak juga menyahutinya. Dan ternyata ia mendapati Chaeyoung yang sedang menikmati memakan pasta kesukaannya.

IDOL [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang