Latihan tahap kedua adalah latihan untuk mengenali kekuatan sendiri. Sebuah kuil yang tidak jauh dari tempat mereka berdiam diri akan menjadi tempat latihan mereka kali ini. Kuil itu berada di antara bukit-bukit dengan petir yang menggelegar. Lereng-lereng gunung yang curam membuat siapapun harus berhati-hati dalam perjalanan ke sana.
"Hyung, apa mungkin kita berlatih di tempat menyeramkan seperti itu?" Tanya Baekhyun pada Lay.
Lay tersenyum. "Begitulah. Tidak ada yang tidak mungkin, Baek."
Mereka berjalan menaiki 1000 anak tangga. Kai yang bisa melakukan jurus teleport pun tidak diperbolehkan untuk menggunakannya. Memang, di antara 9 pangeran, yang baru mengetahui kekuatan yang mereka miliki adalah Kai, Baekhyun dan Lay serta Suho si Pengendali Air.
"Salamander, latihan kali ini untuk apa?" Tanya Chen.
Salamander dan Sarcos yang ada di depan menoleh ke belakang, kemudian menjawab, "Mengetahui kekuatan apa yang kalian miliki."
Satu demi satu tangga itu mereka naiki. Petir dan awan gelap pun sudah semakin banyak, belum lagi angin. Sebentar lagi pasti akan ada hujan atau badai yang disertai angin kencang. Belum lagi atmosfir yang semakin tinggi semakin terasa tipis. Keringat membanjiri mereka semua, menaiki seribu anak tangga ternyata cukup melelahkan.
"Ini sudah di tangga ke berapa?" Tanya Chanyeol yang sudah bersandar pada tepian tangga. Ia sudah tidak sanggup berjalan.
"Kira-kira 789." jawab Suho.
"Aku tidak sanggup."
"Mati saja."
"Ini melelahkan. Siapapun tolong aku."
"Haha mukamu benar-benar tidak keren," ejek Xiumin pada Chanyeol yang sudah hampir berbaring di anak tangga dengan wajah lelah.
"O! Ini tidak boleh terjadi. Bagaimana pun aku ini adalah yang tertampan di antara kalian semua!" seru Chanyeol dan bangkit dengan semangat 45.
"Yyaak, hiduplah di dunia mu sendiri. Semua orang juga tahu, kalau aku yang paling tampan." tukas Chen.
"Sudahlah diam, kalian semua tampan, tapi akulah yang paling tampan." sergah Kai dan Sehun menggeplaknya sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Sudahlah, orang tampan tidak akan menyebut dirinya tampan." ujar D.O
"Jadi maksudmu itu adalah dirimu, begitu?" Tanya Kai dengan mata menyipit pada kakaknya.
D.O menggeleng, mata besarnya terlihat salah tingkah dan ia menggerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. "Aku tidak bilang begitu."
"Yaah, kalimatmu itu seperti ingin mengatakan hal seperti itu." tukas Chen.
Suho, Lay dan Xiumin hanya diam saja sambil tertawa geli. Sedangkan Baekhyun sejak tadi diam tanpa memperhatikan apapun.
"Hyung, menurutmu dari mereka semua siapa yang paling tampan?" Tanya Sehun pada Baekhyun.
Baekhyun mendongak kemudian meneliti setiap wajah saudaranya. Ia awalnya menunjuk Chanyeol dan Chanyeol tertawa puas, namun ternyata jari terlunjuknya bergerak dan dia menunjuk dirinya sendiri.
"Yah sudah ditentukan. Akulah yang paling tampan." ujarnya dengan bangga dan wajah yang sangat percaya diri.
"PPPPPFFFFFTTTTTT BUAHAHAHAHAHA."
"Tentu. Tentu saja kau yang paling tampan." tukas Sehun sambil memegangi perutnya.
Kedelapan orang itu tertawa begitu nyaringnya mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Baekhyun.
"Hei, kenapa kalian tertawa begitu?" Tanya Baekhyun bingung.
"Tidak ada." jawab Chen.
"Aissssh mencurigakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
EXO from EXO Planet (COMPELETE)
FanfictionKesembilan anak yang diramalkan dan diasingkan dari sebuah planet bernama EXO Planet ke sebuah planet di dalam Galaksi Bimasakti. Planet yang disebut dengan planet Bumi. Mereka diasingkan oleh dewa Apollo saat dewa-dewa Olympus yang dipimpin oleh...
