Eligor membantu evans mengeluarkan semua barang yang ada di dalam gudang, lebih cepat evans selesai akan lebih baik agar tidak ada lagi keributan di tengah malam yang sangat mengganggu.
"Sebenarnya apa yang kau cari?" Kata eligor kembali bertanya.
"Senjata." Jawab evans tanpa melihat eligor.
"Senjata? Kau berburu di tengah malam." Kata eligor dia tidak memikirkan hal gila lainnya selain berburu di tengah malam.
"Bukan, aku tidak gemar berburu jadi tentunya senjata itu bukan untuk berburu aku lupa menaruhnya dimana karena itu aku mengeluarkan semua isi gudang ini aku harap senjatanya ada di dalam sini." Kata evans membuat eligor menatapnya dengan kesal bagaimana mereka bisa mencari sesuatu yang belum tentu ada di tempat itu menurut eligor yang dia lakukan hanyalah membuang-buang waktu saja.
"Mungkin senjata yang kau cari tidak ada di gudang ini karena dari tadi kita tidak menemukan senjata apapun." Kata eligor yang kini mulai merasa jenuh, dia ingin segera kembali ke kamarnya lalu tidur bersama istrinya. Itu akan lebih menyenangkan dari pada mengangkat barang-barang.
"Bantu aku sebentar lagi aku tidak bisa mencarinya sendirian lagi pula senjata itu sangat berguna untuk kita." Kata evans sambil membuka sebuah kotak yang baru eligor keluarkan dari dalam gudang.
"Kau pikir dari tadi aku hanya diam dan melihatmu saja? Dasar tidak tahu berterima kasih." Kata eligor menggerutu.
"Baiklah-baiklah, jangan menggerutu lagi pula aku hanya bercanda kau ini terlalu serius eligor karena itu kita tidak pernah cocok menjadi ipar." Kata evans sambil mengangkat sebuah tongkat ke udara.
"Apa itu?" Kata eligor mengabaikan kata-kata evans.
"Ini tongkat biasa yang tak berguna apa kau tidak lihat." Jawab evans sambil mengulurkan tongkat itu ke hadapan eligor.
"Bukan itu yang ku maksud tapi yang disana." Kata eligor sambil menunjuk sesuatu yang berada di langit-langit gudang.
Evans mendongak untuk melihat apa yang eligor tunjuk dan ternyata itulah senjata yang dia cari-cari, senjata itu tergantung tepat di tengah-tengah gudang apa bila senjata itu jatuh maka akan langsung mengenai kepala.
"Sebuah pedang." Gumam eligor setelah dia mengamati lebih seksama lagi.
"Pedang itu peninggalan Lord Trumaen, dia adalah ayah dari kakekku dan pedang itu di wariskan turun temurun setelah ayahku maka pedang itu menjadi milikku, pertama kali ayahku memberikan pedang itu dan menceritakan tentang perjuangan Lord Trumaen melawan musuhnya aku sama sekali tidak tertarik namun setelah aku berpikir keras seharusnya aku bangga kepada pejuang seperti Lord Trumaen yang rela berperang demi membela kebenaran dan melindungi orang lemah." Kata evans bercerita kepada eligor sambil memandangi pedangnya.
"Memang seharusnya kau lebih menghargai peninggalan pejuang seperti Lord Trumaen karena orang-orang seperti itulah yang rela mati demi melindungi yang lemah dan demi membela kebenaran tidak ada alasan untukmu membuang pedang itu begitu saja." Kata eligor dia tahu siapa orang yang evans bicarakan tetapi itu hanyalah masa lalu jadi dia tidak akan menceritakan masa lalunya bersama Lord Trumaen kepada evans.
"Aku tidak membuangnya. Tetapi aku menyimpannya sampai tiba waktunya aku akan menggunakan pedang itu dan sekaranglah waktunya." Kata evans sambil berjalan ke sudut gudang lalu mulai memanjat untuk mengambil pedang itu.
"Maksudmu kau akan membunuh orang-orang yang meminta kita untuk segera pergi?" Kata eligor sambil memperhatikan evans.
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambil rumah masa kecilku jadi jika kau tidak ingin membantuku maka diamlah." Kata evans lalu meraih pedang itu dan setelah pedangnya berada di tangannya evans loncat ke bawah kemudian berjalan keluar gudang tanpa memperdulikan eligor seakan-akan dia lupa jika ada eligor bersamanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
MY LADY AMELIA (SERIES 2)
VampireKetika cinta terus di uji apakah dua insan itu mampu bertahan? Atau lebih memilih untuk pergi dan mencari cinta lain, cinta yang tak mungkin sama.... Salah paham membuat eligor menjauhi amelia sejak hari itu dia tidak pernah melihat dan menemui amel...