Mata Vio sudah berkaca-kaca. Rasanya malu. Mengetahui aib keluarga dan keluh kesahnya dibaca oleh cowok di hadapannya. Apalagi dulu ia sempat naksir pada cowok itu.
Mungkin Bagas akan menganggapnya aneh sekarang. Ia banyak mengeluh di buku itu.
Melihat Vio begitu, Bagas jadi tak enak sendiri. Rasanya ia terlalu lancang membuka-buka privasi orang. Tapi mau bagaimana, ia tak bisa menahan rasa penasarannya sejak awal.
"Um," gumam Bagas, "Sori ya, kalo itu bener-bener privasi lo."
Vio menunduk dalam, ia sangat malu.
"Gimana ceritanya lo dapet buku ini?" Suara Vio terdengar mencicit dalam tundukannya.
Setelah Bagas menceritakan kronologi kejadian, hening menimpa keduanya. Canggung sekali rasanya. Bagas ingin berucap tapi bingung. Vio ingin beranjak tapi tak punya cukup banyak tenaga.
"Vi, semua keluarga pasti punya masalahnya masing-masing."
KAMU SEDANG MEMBACA
Elegi dalam Rumah ✔
ContoOh! Aku menyesal telah menulis di tempat umum dan teledor meninggalkan buku di tempat itu. Jadi aku harus bertemu dia lagi. Iya, dia, Gaizka Bagaskara. Mantan gebetanku. Copyright ©2017 by snh-tata
