Jimin POV
Aku melihat senyumnya kembali hari ini. Senyum yang selalu aku rindukan. Senyum manis dari wanita yang paling aku cintai melebihi apapun didunia ini. Senyum yang selalu aku rusak karena kesedihan yang aku ciptakan sendiri. Dia mendapat waktu yang sulit akhir-akhir ini karena diriku. Mengapa aku selalu memberikan waktu yang sulit kepada wanita yang aku cintai. Hari ini aku membuat rencana untuk membahagiakannya. Seperti pagi ini aku sudah memanjakannya. Tetapi sepertinya rencanaku akan mengalami sedikit kendala. Chaemi selalu menggodaku pagi ini. Aku harus mengendalikan diriku dengan sekuat tenaga. Dia selalu berusaha untuk menggoyahkan imanku. Melihatnya didepanku tanpa menggunakan busana cukup membuatku frustasi. Bagaimana tidak, dia adalah istriku tetapi aku tidak boleh mengintiminya. Setidaknya untuk pagi ini. Ketika aku memasuki kamar dan melihat wajahnya yang manis dengan rambut pendek se leher ditambah biasan sinar matahari pagi sangat indah dimataku. Tetapi dia tidak tahu bahwa hari ini aku akan meninggalkannya lagi
Flashback
"Jimin apakah kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan?" ucap Archangel kepadaku
"Aku menyadarinya Archangel"
"Kamu sadar bahwa selalu mengunjungi manusia itu salah tetapi kamu selalu melakukannya berkali-kali"
"Maafkan aku Archangel tetapi aku punya alasan yang kuat, Kai menemui Chaemi dan aku tidak ingin Kai melukai Chaemi"
"Aku memberikanmu kesempatan terakhir hari ini. Gunakan waktumu dengannya dengan baik karena setelah hari ini aku melarangmu untuk terus menemuinya. Bukankah dia sudah baikan" ucap Archangel sambil meninggalkanku
"Jimin..." Namjoon hyung memanggilku
Aku menoleh kearah suara Namjoon hyung, ternyata dia bersama dengan Jin hyung
"Apakah kamu tidak merasa ada yang aneh dengan pernyataan terakhir Archangel??" tanya Jin hyung padaku
"Tidak" jawabku
"Sudahlah tidak usah dipikirkan" tambah Namjoon hyung
"Aku akan menemuinya... sampai bertemu lagi" ucapku meninggalkan Namjoon dan Jin hyung
Samar-samar aku dengar Jin Hyung berkata
"Sepertinya ini adalah waktu terakhir bagi mereka berdua"
Flashback end............
Chaemi POV
"Uwaaaaaaaaah indah sekali" kataku memuji kekuatan yang Jimin miliki
"Done... Kaja" ucap Jimin mengulurkan tangannya kepadaku
aku merangkul lengan Jimin dengan erat
"Aku bahagia melihatmu tersenyum" ucap Jimin
"Maka jangan pernah pergi lagi dari sisiku" jawabku
Sebenarnya kami tidak kemana-mana. Aku dan Jimin hanya menghabiskan waktu di kediaman Jimin yang begitu luas ini. Ada banyak tempat yang belum aku kunjungi di castle ini karena ada beberapa kejadian yang tidak beruntung yang kita temui setelah menikah
"Kita harus kencan hari ini dan melakukan hal yang menyenangkan" ucap Jimin
"Kamu berada didekatku saja itu sudah merupakan hal yang sangat menyenangkan bagiku" jawabku sambil memegang erat lengan Jimin
"Maafkan aku jika aku hanya bisa membawamu mengelilingi area kediamanku sendiri"
"Maksudmu castle mu?" tanyaku menggoda Jimin
KAMU SEDANG MEMBACA
Blood Sweat and Tears [Complete]
FantasySiapakah jati diri seorang Park Jimin sebenarnya???? Mengapa seorang gadis selalu memimpikannya setiap malam?? keyataannya adalah gadis itu tidak pernah sekalipun bertemu dengan Jimin. Ada hubungan apa antara Chaemi dan Jimin??
![Blood Sweat and Tears [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/89060256-64-k226643.jpg)