Siapakah jati diri seorang Park Jimin sebenarnya???? Mengapa seorang gadis selalu memimpikannya setiap malam?? keyataannya adalah gadis itu tidak pernah sekalipun bertemu dengan Jimin. Ada hubungan apa antara Chaemi dan Jimin??
Aku mengerjakan tugas sekolah malam ini dikamarku sambil menikmati angin malam dari arah balkon kamarku yang sengaja aku buka. Tiba-tiba hempasan angin yang lebih kencang menerpa wajahku. Membuat rambutku terhempas menutupi pipi sebelah kiriku. Aku tersenyum bahagia. Aku tau Jimin datang menemuiku di balkon kamar apartemenku
"Aku datang" kata Jimin sambil berjalan masuk kedalam kamarku
"Bogoshipeoyo...."
"Aku tahu... aku merasakannya. Makanya aku datang kemari"
"Kamu selalu menemuiku setiap malam. Apakah kamu tidak bosan?" tanyaku
"Tidak ada satu alasanpun aku bosan terhadap istriku"
"Kita belum menikah" kataku
"Aku sudah menikahimu"
"Itu dimasa lalu"
"Apakah kamu ingin melakukannya dimasa sekarang?" tanya Jimin
"Tentu saja" kataku
"Mari kita menikah secepatnya" ucap Jimin
Aku duduk dipinggir tempat tidur. Jimin mengikutiku dan duduk disampingku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa"
"Tapi wajahmu murung"
"Apakah ini nyata?" tanyaku pada Jimin
"Tentu saja... tataplah mataku" kata Jimin mendekatkan wajahnya kepadaku
Aku memegang pipi Jimin. Pipinya dingin sekali. Sedingin es batu
"Pipimu dingin sekali" kataku pada Jimin
"Karena aku Devil dan aku tidak memiliki jiwa"
"Bagaimana caranya supaya kamu memiliki jiwa"
"Kamu harus mencintaiku dengan tulus"
"Seperti apa Surga itu?" tanyaku
"Indah... Terang... bahagia dan penuh cinta"
"Apakah kamu menyesal telah mencintai manusia dan dibuang dari Surga?"
"Tidak sama sekali" kata Jimin sambil melihat tajam kedalam mataku
"Apakah kamu bisa menjadi Angel lagi?" tanyaku
"Bisa jika orang yang sangat aku cintai mau berkorban untukku. Tapi aku tidak meninginkan itu. lebih baik aku tetap menjadin Devil asal orang yang aku cintai tetap selamat" jawab Jimin
"Seperti buah simalakama" kataku
"Kamu tidak usah pikirkan akan hal itu. lebih baik aku seperti ini asal kita selalu bersama" kata Jimin sambil mencium bibirku manis
Aroma Marine dan Fiji lembut tercium dihidungku. Sangat segar dan ini adalah aroma khas Jimin yang sangat aku suka