Siapakah jati diri seorang Park Jimin sebenarnya???? Mengapa seorang gadis selalu memimpikannya setiap malam?? keyataannya adalah gadis itu tidak pernah sekalipun bertemu dengan Jimin. Ada hubungan apa antara Chaemi dan Jimin??
Jimin menghimpitku kedinding ruang tamu tangan kanannya meremas tanganku. Jimin menarik tanganku dan meletakkannya diatas kepalaku menempel didinding sambil terus menciumi bibir dan leherku. Petang ini Jimin bergairah sekali setelah kembali dari danau dan cukup membuat hasratku bangkit dengan sentuhan-sentuhannya..........
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Melompatlah....." pinta Jimin dengan suara berat
Aku melompat kedada Jimin dan dengan segera mengaitkan kedua kakiku melingkar dipinggang Jimin. Aku mengalungkan tanganku dileher Jimin. Dekapan tangan Jimin begitu kuat di punggungku. Jimin membawaku masuk kedalam kamar sambil menggendongku dibagian depan tubuhnya dan tidak henti-hentinya mencium bibirku. Jimin melemparkan tubuhku diatas tempat tidur. Jari-jari tangan Jimin dengan cepat membuka kemeja yang sedang dipakainya. Begitu juga dengan celana panjangnya yang dia buka dengan cepat dan membuangnya dilantai. Pipiku terasa panas melihat Jimin berdiri didepanku dengan tubuh sempurna yang tanpa busana dan rambutnya yang acak-acakan
"Maafkan aku....... aku sudah kehilangan kendali dan tidak bisa menahannya lagi"
Jimin mematikan seluruh penerangan elektronik dikamar ini dan menggantinya dengan menghidupkan perapian dan lilin-lilin dikamar ini hanya dengan gerakan simple dari tangannya. Ruangan dikamar ini menjadi redup karena hanya diterangi oleh nyala perapian dan lilin. Jimin menciumi leherku penuh gairah. Tangannya menyentuh setiap inchi tubuhku sementara tirai di jendela utama perlahan-lahan terbuka lebar begitu juga dengan pintu keluar menuju kearah balkon kamar ini. Angin malam begitu ringan memasuki kamar tidur kami. Aku tidak perduli karena aku menikmati setiap sentuhan Jimin ditubuhku
"Aku sengaja membuka tirai dan pintu balkon supaya kamu bisa melihat betapa indahnya bulan saat ini" ucap Jimin
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cahaya bulan memasuki kamar kami. Menyorot langsung kearah Jimin. Rambut silver Jimin gemerlapan terkena cahaya bulan. Jimin berada diatas tubuhku. Menatapku sangat dalam dengan kedua bola mata abu-abunya yang menyala terang. Tangan Jimin mengusap rambut diatas kepalaku....
"Aku sangat mencintaimu......." ucap Jimin dan langsung mencium leherku
Sementara tangannya begitu cepat masuk menyingkap dressku dan melepas panties yang sedang aku pakai