Siapakah jati diri seorang Park Jimin sebenarnya???? Mengapa seorang gadis selalu memimpikannya setiap malam?? keyataannya adalah gadis itu tidak pernah sekalipun bertemu dengan Jimin. Ada hubungan apa antara Chaemi dan Jimin??
Aku iseng mencolek cream yang ada diatas Tiramizu cake dan menempelkannya di hidung Jimin. Tuan Jun tersenyum melihat tingkahku sambil berlalu meninggalkan kami. Jimin mendorong tubuhku hingga aku terjatuh diatas karpet. Jimin berada diatasku sambil menatap wajahku
"Aaah... pemandangan yang sangat indah" kataku didalam hati
"Kamu mengagumiku bukan??" tanya Jimin
"Sheeesssh... kamu membaca pikiran dan isi hatiku lagi" kataku sebal
Aku menghapus cream yang ada dihidung dengan jari telunjukku tapi kemudian Jimin memegang tanganku dan menjilat cream yang ada di ujung jariku. Sangat menggoda sekali. Tetapi aku diam saja dan harus mengatur detak jantungku sebelum Jimin menyadarinya
"Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu" kata Jimin sambil membangunkan tubuhku
"Apa??" tanyaku
"Ada sebuah tempat favoritku yang masih belum kamu ketahui di rumah ini" kata Jimin sambil menggenggam erat tanganku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku dan Jimin berjalan masuk ke taman lebih dalam lagi. Hanya ada cahaya bulan purnama yang menyinari kita. Dan hanya lampu-lampu hias kecil nan redup dijalan setapak yang sedang kami lalui. Benar-benar tidak ada penerangan listrik sama sekali. Jimin berhenti didepan sebuah bukit. Ada jalan setapak berbentuk tangga melingkar untuk naik keatas bukit kecil itu. Disamping tangga itu banyak dihiasi bunga-bunga liar yang sangat indah
"Kita akan menuju keatas bukit ini" kata Jimin sambil menunjuk kearah atas bukit
"Sepertinya sangat gelap diatas sana" kataku sambil sedikit meremas telapak tangan Jimin karena ada sedikit rasa takut dihati
"Kamu akan menyukainya" jawab Jimin
Ini merupakan tempat yang baru aku ketahui setelah sekian lama tinggal di castle Jimin
"Lihatlah...." Kata Jimin sambil memainkan telapak tangannya diatas bunga-bunga ketika berjalan menaiki bukit
Aku memperhatikannya dengan seksama. Jimin bisa membuat bunga-bunga bermekaran indah. Aku takjub melihatnya
"Waaah...uwaah.... Daebak, kamu bisa melakukan hal indah seperti ini Jimin" pujiku takjub melihat bunga-bunga bermekaran karena sentuhan tangan Jimin, tetapi kemudian......... bunga-bunga itu layu, kering dan hancur kemudian hilang diterpa angin ketika Jimin mengepalkan tangannya
"Apa yang kamu lakukan Jimin??" tanyaku
"Aku tidak bisa melakukannya lagi.... Aarrgghhh" jawab Jimin sedih
"Ada apa?" tanyaku
"Sadarlah bahwa Aku masih seorang Devil dan terkadang aku bisa menghancurkan sesuatu yang indah seperti ini" kata Jimin
"Jimin.... tariklah nafas dan tenangkan dirimu" kataku khawatir karena kalau jiwa Devil Jimin keluar itu sangat menakutkan
"Kemampuanku menghasilkan hal indah telah hilang walaupun aku berusaha dengan sekuat tenaga mengembalikannya. Jiwa Devil ini benar-benar menghancurkanku" kata Jimin sedih dan terlihat putus asa