Part 5

1.4K 144 2
                                        

Joy semakin mengencangkan cekikannya.

"Katakan! Kenapa kau berbuat setega itu?!"

"A.. a.. aku.. le.. lepaskan dulu." Sinb hampir saja kehabisan nafas

"Sinb yaa! Eodi?" Umji kembali ke lorong mencari Sinb

Joy segera melepas cekikannya dan pergi. Dalam kegelapan, Umji mencari Sinb. Lalu Umji temukan Sinb sedang duduk menyender di tembok dengan nafas yang tak beraturan.

"Haah.. haah.."

"Si.. Sinb? Kamu kenapa?" Tanya Umji kaget

Sinb tidak menjawab. Sinb hanya mengelus lehernya yang kesakitan. Lalu Umji membantunya berdiri dan membawa Sinb ke ruang kesehatan.

"Sinb, kamu kenapa sih?" Umji penasaran

"Gak papa. Oh ya kamu tau anak yang namanya Park Sooyoung?"

"Park Sooyoung? Kayaknya enggak deh. Nama panggilannya siapa?"

"Joy"

Saat mendengar nama itu, Umji langsung mendekatkan dirinya ke hadapan Sinb.

"Joy?!"

"Ya. Kenapa sih?"

"Aku harap kamu gak ketemu sama dia Bi"

"Wae?"

"Menurut ceritanya, setahun yang lalu, Joy itu anak yang paling di hormati di sekolah ini. Gak ada anak lain yang berani sama dia. Bahkan namja aja takut sama Joy. Tapi pas kenaikan kelas 11, Joy pindah ke Jerman"

"Pindah?"

"Ya. Mungkin urusan keluarga. Tapi kamu tau gak Bi? Joy itu mantannya Jessica lho. Mungkin mereka pacaran diem-diem. Tapi cuma 4 bulan mereka pacaran. Entah alasan apa yang membuat Jessica putusin Joy. Sampai sekarang Joy masih sayang sama Jessica."

"Kenapa cuma gara-gara itu aku gak boleh ketemu sama dia?"

"Kamu udh nyakitin Jessica kan? Joy pernah bilang siapapun yang berani nyakitin Jessica, Joy gak bakal tinggal diam"

Sinbpun paham apa yang di katakan Umji.

Tapi Sinb tetap tidak peduli. Sinb tidak takut ancaman itu. Sinb selalu menghajar orang yang membuatnya kesal. Termasuk Jessica.

"Sinb! Kamu gakpapa?" Yerin datang dengan tergesa-gesa

"Yerin?.. aku baik"

"Si.. Sinb.."

"Hm?"

"I.. itu.."

Umji menunjuk ke luar jendela. Sinb dan Yerin juga kaget melihatnya. Bagaimana tidak? Di luar sana banyak fangirl dan fanboynya Sinb yang ingin melihat keadaan Sinb.

"Kyaa! Sinb oppa! Gwaenchanha?"

"Sinb yaa! Kamu baik-baik aja kan?"

"Sinb oppa! Biar aku yang temani kamu!"

"Aiish mereka lagi. Umji, bisakah kau usir mereka?" Sinb kesal

"Geure"

Umji menuruti perintah Sinb. Dengan susah payah, Umji membubarkan para fans Sinb. Sementara itu, Yerin masih menemani Sinb di dalam.

"Mau ngapain?"

"Nemenin. Boleh kan?" Yerin tersenyum dan memperlihatkan eyesmilenya yang mematikan itu

"Kenapa kau keluarkan eyesmilemu itu? Apa kau tidak sadar dengan eyesmilemu itu jantungku berhenti berdetak?"

Yerin terlihat malu. Pipinya mulai memerah. Sedangkan Sinb hannya menutup mulut dan matanya. Yerin terkekeh melihat Sinb salah tingkah di depannya.

Aakkkhhh! Kata-kata konyol apa lagi yang aku ucapkan! --batinya
.
.
.
.
.
~Di rumah~

"Huuhhff"

Sinb berbaring di kasur sambil memikirkan tentang Joy. Sinb ingin menanyakan tentang Joy pada Jessica. Tapi Jessica belum sembuh.

Line: Yerinnie

Yerin? --gumamnya

Yerinnie
Sinb, kamu udh baikan?

Sinb
Udh. Kenapa?

Yerinnie
Ah tidak papa. Aku hanya ingin nannya. Oh ya kamu jangan lupa makan ya.. bye Sinb

Sinb
Yaa..
-read-

"Selain Joy, aku masih penasaran siapa yang nulis surat ini"

Sinb membaca ulang surat yang ada di lokernya itu. Tak lama kemudian Sinb tertidur..
.
.
.
.
~Di kelas~

Sinb masih membaca surat itu dengan serius.

"Hoy! Baca apa tuh?" Umji langsung merebut surat itu dari tangan Sinb

"Jangan ngerebut! Balikin!"

Umji tetap memegang surat itu lalu membacanya.

"Aaissh." Sinb merebut surat itu lagi.

"Ooooooooooo jadi ada fans yang menyatakan sukanya dengan kata-kata sehalus ini... tapi ga mungkin fans deh. Fansmu kan alay-alay semua"

"Terserh kau Ji. Yang jelas aku blm tau siapa orangnya."

"Eunha kali."

"Kau gila?! Dia gak menyukaiku dan lebih memilih Jessica. Dan keadaan ku sekarang sedang di ancam orang gak jelas!"

"Coba kau lihat lagi lokermu. Siapa tau dia kirim surat lagi?"

"Ok"

Sinb dan Umji ke luar kelas dan mengecek loker. Ternyata memang ada jenis surat yang seperti kemarin. Sinb membuka dan membaca surat itu.

Sinb, ini aku. Kamu udah sehatkan? Udah sarapan? Jangan telat makan ya. Nanti sakit. Kalau kamu sakit, aku sedih Bi. Jangan banyak mikirin tentang Joy. Aku bakal bantu kamu hadapin dia.

"Waw. Bahkan dia tau tentang Joy" ucap Umji

"Siapa sih yang ngirim surat kaleng gini?"

"Hfftt.."

"Kenapa ketawa?"

"Hhffttt..."

"Woi jawab!"

"Tuh liat"

Umji menunjuk ke belakang Sinb. Tentu saja Sinb juga kaget. Tapi menurut Sinb itu tidak lucu. Hanya ada satu orang tetapi di belakangnya banyak fansnya Sinb. Mungkin itu yang membuat Umji tertawa..

"Eun.. Eunseo?"

"Hi Sinb.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

I Hate My Twins [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang