"Ngapain lo masih disini?"Tanya Cam dengan nada yang sinis.
"Gue pikir, ini bukan rumah lo. Jadi elo gak punya hak buat ngusir gue."Balas Louis datar.
Cam menatap tajam Louis.
"Iya, Cam. Gue kan gak ngusir Louis."
Lia yang tadi diam dibelakang Cam, akhirnya angkat bicara.
"Makanan udah siap. Waktunya sarapan."Ucap Chrissy menghampiri mereka bertiga, sedangkan Harry menyiapkan.
"Wahhh.... Kamu pasti pacarnya Harry, ya? Cantik sekali~"Puji Lia sambil seperti biasa nempel-nempel ke orang.
Menggandeng Chrissy sok akrab.
"Makasih."Balas Chrissy sambil tersenyum dan menarik Lia ke arah ruang makan, meninggalkan Cam dan Louis di ruang keluarga.
Jadi gini, rumah Lia kamar tidur di lantai satu ada 2, semuanya berada dihadapan utara ruang keluarga. Dihadapan barat ruang keluarga, ada ruang tamu, dihadapan timur ada dapur. Nah, ruang makan itu ada di lantai 2, di lantai 2, cuman ada ruang makan sama kamar tidur 1, tapi kamar tidur luas kaya di hotel, ada kamar mandinya di dalam. Nah, khusus lantai 3 hanya ada ruang main, disana hanya ada ps 1,2,3, TV, Laptop, dan tentu saja, wifi di taruh disana. Dilantai 3, juga disediain kasur dan bantal, pokoknya dilantai 3 itu surga dunia banget dah. Terakhir, dilantai 4, lantai 4 cuman atap doang. Kita biasa ke lantai 4 kalau acara BBQan, tahun baruan, dan main layang-layang, tempat buat nge-galau juga bisa di lantai 4. Pokoknya, lantai 4 itu dibuat untuk ketenangan hati, jiwa, dan pikiran.
"Selain cantik, ternyata kau jago masak. Cocok sekali kau dengan Harry."Puji Lia kagum saat melihat banyaknya makanan.
"Lia."Panggil Harry.
Lia menoleh ke arah Harry yang sudah duduk itu.
"Bukannya, dari awal lo udah mempersiapkan untuk kehilangan Louis saat Shanley kembali?"
Mata Lia langsung meredup mendengar itu.
"Iya, gue udah mempersiapkan itu. Tapi gue gak nyangka, akan sesakit ini."Lirih Lia sambil menundukkan kepalanya.
Buliran-buliran air mata itu pun kembali turun.
"Sejak awal, gue emang gak seharusnya punya perasaan ke Louis. Louis dari awal sudah berkali-kali bilang, kalau dia sudah punya Shanley."
Harry dan Chrissy lirik mendengar itu.
Tidak, tidak seperti itu. Lia memang menggantikan posisi Shanley, Louis hanya bingung sama perasaannya sekarang. Ada Chloe yang Louis sayang, ada Shanley yang tak terlupakan, ada Lia yang terpentingkan, dan ada Megan, yang membuat Louis mengingat Lia yang dulu. Maka dari itu, Louis masih ingin disini, dirumah Lia, bersama Lia. Bukan karna yang diucapkan Louis, kalau dia disini ingin menyelesaikan masalah perasaannya ke Lia. Louis tidak akan pernah mau menyelesaikan perasaannya dengan Lia, tapi dia juga gak mau melepas Shanley karna Sanley cinta pertamanya. Harry tau semua itu, semua yang ada dipikiran Louis, Harry tau itu.
Harry juga tau, kalau Louis lebih pilih Lia, ketimbang Shanley. Hanya saja, Louis harus memastikan apakah Shanley benar baik atau dia memang bukan Shanley yang dulu lagi.
Harry juga tau satu hal yang pasti, meski Louis sudah menghindari Lia selama 2 tahun, meski Barbara sudah menggantikan sosok Lia jadi rekan timnya, dan meski Louis tahu Barbara jauh lebih kuat dari Lia dan tidak perlu mendapatkan perlindungan darinya, tapi, Louis masih merasa ketakutan. Ketakutakan kehilangan rekannya, ketakutan rekannyan terluka, perasaan ketakutan yang sangat Louis benci karna hanya membuat dia ingat dua tahun lalu.
Seandainya, dua tahun lalu dirinya yang terhantam truk sialan itu . . .
Selalu itu yang Louis gumamkan setiap kali dia mengingat kejadian itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Isn't Easy (SLOW UPDATE)
ActionSebenarnya, apa itu cinta? Ps: INI SEQUEL DARI ADOPTED CHLOE, KALAU MAU BACA INI, HARUS BACA DULU ADOPTED CHLOE AGAR TIDAK BINGUNG.
