"I sleep when I want, where I want and with who I want—"
.
.
Jungkook menjilat jeruji yang mengurungnya secara provokatif, seolah sedang menjilat batang penis Taehyung. Matanya menatap sorot gelap Taehyung dengan tatapan binal—berkabut oleh gairah.
"Jangan menggodaku, sayang. Kau tahu peraturannya,"
Suara dalam Taehyung membuat tubuh Jungkook memanas. Ia kembali menjilat jeruji di depannya, lebih provokatif seolah sedang memuluti kejantanan Taehyung.
"Bukankah sedikit melanggar aturan itu—terkesan panas?"
Jungkook memainkan kancing baju tahanannya, melepasnya secara perlahan. Membiarkan dada putihnya menjadi santapan mata liar Taehyung. Ia tahu, Taehyung hanya gengsi. Tahu benar bahwa pada malam-malam tertentu Taehyung akan memanjat ranjangnya, dan menyuguhkan pergumulan terpanas pada kamera cctv yang terpasang di setiap sudut ruangan.
"Aku tidak akan menidurimu di depan mereka—kau tahu betul soal peraturannya,"
Nafas Taehyung memberat seiring dengan Jungkook yang sengaja menyelipkan tangannya sendiri ke dadanya. Memilin ringan pucuk dadanya,dan melenguh secara terang-terangan. Meremas dadanya sendiri secara sensual;
"Ayolah Taehyung, bukankah sedikit liar—ahh—membiarkan mereka melihat betapa panasnya petugas paling galak ini diatas ranjang?"
Persetan dengan aturan, akal sehat Taehyung di babat habis oleh nafsunya ketika Jungkook menyusupkan sebelah tangannya yang lain ke dalam celananya sendiri. Membelai pusat tubuhnya sambil mendesah keenakan—membayangkan dirinya sedang dicumbu oleh Taehyung.
"Alfa one—open the gate!"
.
.
.
'T-taehyung—hh'
Jungkook mendesah berisik ketika lelaki yang sibuk mengulum kulit pahanya itu sengaja menanamkan satu gigitan gemas disana. Menandai teritorinya—membiarkan Jungkook mendesah nyaring, beradu dengan gesekan borgol dan jeruji besi yang mengukung kedua pergelangan tangannya. Jungkook membusungkan dadanya ketika lidah Taehyung berganti menyusuri pusat tubuhnya yang menegang, terbelenggu oleh cock ring pada pangkalnya.
Hell—siapa yang mengira seorang sipir penjara membawa cock ring kemana-mana?
"P-please—ungh, ini sakit—hh"
Rintihannya mengudara lagi ketika penisnya mendapat sapuan lidah jahanam Taehyung, sementara hasratnya tertahan cock ring sialan itu. Tapi Taehyung berlagak tuli, jemarinya malah menyapu pinggang ramping Jungkook. Membuat tahanan binal di bawah kungkungannya menggeliat.
'A-akh—hh'
Jungkook meneteskan air mata ketika ujung penisnya yang sensitif dihisap secara perlahan oleh mulut Taehyung. Diberikan jilatan memutar. Tangannya meremas borgol itu kembali, menjadikan desahannya riuh dengan suara gesekan besi. Satu hisapan halus—kemudian lelaki bersurai coklat itu beralih mengendusi pinggangnya. Membiarkan Jungkook basah tanpa memanjanya lebih jauh. Taehyung melirik ekspresi Jungkook—ekspresi yang tidak pernah gagal membuat hormonnya meledak.
"Seksi sekali, Jeon—" Taehyung mengulum kulit perut Jungkook, menandainya dengan satu bekas keunguan yang kentara. Sedangkan tangannya menyelip diantara bokong Jungkook, membelai kerutan Jungkook dengan ibu jari. Menjadikan tahanannya kembali merintih.
"Hh—cepat sedikit, keparat—nghh"
Taehyung suka bagaimana bibir Jungkook akan melantunkan kalimat kotor ketika ia menggodanya. Siapa sangka dibalik tubuh Jungkook yang atletis, tersimpan dahaga akan dominasi yang luar biasa. Taehyung memilih melanjutkan ciuman kupu-kupunya merambat menuju dada Jungkook—mengagumi bagaimana gumpalan otot itu begitu menggoda lidahnya, atau mungkin kerja mulutnya untuk sekedar mengulum pucuknya yang menegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Soif de Vivre!
Short StoryCover by @reepetra [Private Acak] [Hiatus] V x Jungkook. Contain (s) : Au, Kinks, Wild Imagination
