"Mm kau harus mencobanya bung-serius itu enak,"
Taehyung mengernyit mendengar perkataan Namjoon. Hari ini ia,Namjoon dan Jimin sengaja berkumpul untuk membahas tugas kuliah.
"Kau payah jika hanya mencoba gaya misionaris–"
Taehyung mendelik ke arah Jimin. Entah bagaimana akhirnya pembahasan mereka menjadi melenceng— dan membahas masalah ranjang.
"Stop. Aku tidak semesum kalian,"
"Hei— tapi serius. Kau harus mencobanya sesekali, berani jamin kau pasti ketagihan–"
"Ketagihan kepalamu— aku tidak ingin menodai Jungkook lebih dari ini, bedebah."
Jimin menghindar ketika tangan Taehyung mengayun hendak memukul belakang kepalanya.
"Dengarkan teman sepercolianmu ini Taehyung–" Namjoon menjadi sok bijak. Ia merubah posisinya menghadap Taehyung. Taehyung melirik penuh antisipasi.
"Apalagi Jungkookmu punya aset yang terlihat paling kenyal, paling besar dan paling padat diantara Yoongi dan Seokjin—"
"—pasti menyenangkan melihatnya memantul di pangkuan sedangkan penismu terkubur di antaranya–"
Taehyung mengayunkan tangannya memukul kepala Namjoon dengan brutal.
"Ya!! Dasar Haram jaddah mesum sialan—"
.
.
Gara-gara percakapan itu Taehyung jadi berfikir kotor ketika melihat Jungkook. Matanya tidak bisa lepas dari bongkahan Jungkook yang terlapisi boxer hitam tipis.
Taehyung menelan ludahnya— merasa begitu kotor ketika membayangkan penisnya terbenam diantara bokong Jungkook.
Ia tegang; lagi.
Maka Taehyung berserah pada gairahnya, beralih mendekap Jungkook yang sibuk memilah-milah buku di almari. Separuh menggeram ketika penisnya yang mengeras menggesek bokong kenyal Jungkook.
"Hei—"
Karena Jungkook paham ada yang berbeda ketika Taehyung mendekapnya siang itu. Entah mengapa alarm di alam bawah sadsrnya berdenging- seolah memperingatkan ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Jungkook menggeliat di dalam dekapan Taehyung, mencoba menyamankan diri dengan pelukan selengket perangko itu.
"Kook-"
Dalam dan berat. Jungkook merasakan sensasi merinding ketika kekasihnya memanggilnya dengan nada berbeda. Taehyung memberikan kecupan sehalus kupu-kupu di sepanjang tengkuk Jungkook- sesekali menyapa daun telinga Jungkook dengan jilatan halus.
'H-hyung-'
Jungkook merinding merasakan sesuatu yang keras menabrak belah bokongnya. Tangan Taehyung mulai menjalar ke bagian bawah Jungkook, memberi gestur usapan yang berbahaya.
'H-hh-s-stop-'
Taehyung tidak lagi bisa menepati janjinya untuk tidak menodai Jungkook lagi. Ia kepalang tegang, dan terngiang dalam benaknya untuk mencoba gaya baru sesuai instruksi kotor teman-temannya.
'A-ahhn-'
Jungkook mengerang tidak tahu diri ketika Taehyung meremas pangkal gairahnya- meninggalkan setitik tanda keunguan pada tengkuknya. Sedangkan bokong Jungkook bergerak-gerak random- mengikuti naluri untuk menyamankan diri pada benda keras di belakangnya.
"Ingin kau-"
"—sekarang,"
Jungkook berserah pada nalurinya ketika Taehyung berbisik penuh gairah. Pemuda kelinci itu menurut saja ketika Taehyung menariknya ke atas sofa terdekat. Membiarkan bokong bulatnya menindih privasi tegang Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Soif de Vivre!
Cerita PendekCover by @reepetra [Private Acak] [Hiatus] V x Jungkook. Contain (s) : Au, Kinks, Wild Imagination
