tiga

5.6K 245 18
                                        

30 vote langsung aku up part 4😂😂




























Sudah hampir sebulan sejak kejadian itu. Kini kehidupan rumah tanggaku mulai membaik. Dan aku mungkin sedikit demi sedikit mulai mencintainya. Kini kami sudah tidur dalam satu kamar, dan aku tidak pernah melihatnya pergi bersama gadis-gadis lain lagi meskipun terkadang aku melihat mereka masih berusaha merayu james. Dia juga menjadi suami yang bertanggung jawab dengan mengirimkan penghasilannya dari usahanya membuat lagu ke dalam rekeningku.

Aku bahagia? Tentu.

Aku dan james kuliah di Universitas yang sama, hanya beda jurusan. Dia di jurusan musik, sedangkan aku di jurusan sastra. Kami memang tidak pernah terlihat bersama karena jadwal kami yang berbeda. Bila kebetulan dia sedang melihatku, senyum lembutnya pasti akan tertuju kepadaku. Menjadi obat penghapus lelah yang tidak bisa diberikan oleh dokter manapun.

Kami tidak pernah berbicara langsung di kampus karena aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak berpapasan dengannya. Mungkin aneh, tapi aku tidak ingin menimbulkan masalah dengan hubungan kami saat ini. James tetap menjadi seorang laki-laki yang populer, dan aku tetap menjadi diriku yang lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan bersama laptopku.

Hari ini kelasnya dimulai lebih pagi dari kelasku. Aku masih belum melihatnya di kampus ini, mungkin ia sedang menghabiskan waktunya di ruang music. Kupandang makananku di meja cafetaria dan mulai memakannya. Apa saat ini ia sudah makan siang? Apa aku harus menghubunginya? Aku mengunyah sambil memikirkan hal apa yang harus kulakukan karena terus terang saja, aku masih canggung kalau harus memulai lebih dulu."Apa yang kau pikirkan?"

Aku mengerjap kemudian tersentak saat melihatnya ada di depanku kini. Ia duduk di depanku dengan nampan makanan dan mulai memakannya.
"james, apa yang kau lakukan di sini?" bisikku sambil menatap sekeliling. Ia menghentikan makannya.

"Aku sedang makan," Aku berdecak pelan.

"Aku tahu, tapi kenapa kau makan di sini?"

"Memang ada larangan untukku makan di sini?" Aku mengeluh dalam hati. Laki-laki ini...

"james, kenapa kau ada di sini??" tanya seorang gadis berambut keriting yang menghampiri james dengan temannya.

"Kau tidak lihat aku sedang makan?" jawab james santai sambil melanjutkan makannya sementara aku hanya menatapnya tidak mengerti.

"Aku tahu, tapi kenapa kau makan bersama dia?" gadis itu menunjukku.

"Tidak ada larangan untukku makan bersamanya," jawab james.

"james, kenapa tiba-tiba kau bergaul dengan gadis sepertinya?" tanya gadis yang berambut lurus. Apa maksudnya dengan gadis sepertiku?

"Kenapa kau diam saja? Lanjutkan makanmu!!" tiba-tiba saja james meraih daguku dan menjejalkan sepotong daging ke dalam mulutku. Membuatku kaget.

"Kau harus makan banyak, agar tubuhmu tidak mudah patah saat aku menyentuhmu!"Blushhhh... Wajahku seketika merah padam. Laki-laki ini...

"james, apa kau bercanda? Kau... kau menyentuhnya?!" tanya si keriting kaget.

"Kalian sudah melakukannya?" tambah si rambut lurus. James tidak menjawab, ia masih asyik memakan makanannya.

"Tidak kusangka, gadis sepertimu bisa melakukannya," kata si rambut lurus dengan pandangan menghina.

"Cara apa yang kau gunakan untuk menggodanya ha?" tanya yang satunya. Aku benar-benar risih mendengarnya.

"james, sebaiknya kau pergi saja!" sewotku.

Kamu Yang Aku PilihCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang