Masa fakum ku selesai readersss.... Dan sesuai janji ku kalau aku selesai ujian aku akan langsung up..
And this is..
Happy reading ✌✌✌
Dont forget vote and commant ya para readers reader yang author sayangi..
Kalau banyak voment nya besok aku up lagii..
Suerr✌✌✌
Oh iya.. Tgl 31 kemarin queen para jadines ulang tahun ya..
Hai love.. Happy happy birthday 🎂🎂🎂🎂🎂🎂
Oh.. Satu lagi.. Still vote king kita di mtvema ya
Udah ah.. Langsung aja nih 👇👇👇👇
Ponselku berdering ketika aku terbangun dari tidurku. Dengan mata yang masih mengerjap ngantuk, kucari-cari benda itu di bawah tumpukan bantal-bantal. Langsung kujawab begitu aku menemukannya.
“Ya halo? …oh, mama… tentu saja kami akan datang, …mmm… iya,”
Kulempar lagi benda itu ke samping bantal dan menguap lebar-lebar. Kulirik james yang masih tertidur pulas dengan piyama birunya. Aku menghadap ke samping dan mengamati wajahnya. Hal yang selalu kulakukan setiap pagi. Dia memiliki bulu mata yang pendek-pendek. Tiba-tiba otak setanku ini kambuh. Dengan iseng kutarik pelan-pelan tangannya. Kumasukkan jempolnya ke dalam mulutnya seperti balita yang sedang menghisap pentil. Lalu cepat-cepat kuambil cameraku dan memotretnya. I got it, kekekekek…
james mulai menggeliat pelan saat aku cekikikan melihat foto yang baru saja kuambil. Tiba-tiba camera itu terlepas dari tanganku. james menyambarnya dengan cepat lalu memeluk benda itu erat-erat sambil membelakangiku.
“james, kembalikan!!” Oh ayolah… haruskah kami ribut setiap pagi hanya gara-gara camera?!
Ia tidak bergeming. Kupeluk tubuhnya dari belakang. Menyandarkan daguku pada bahunya. Rasanya hangaaatt… dan aku menyukainya.
“Aku kau apakan lagi, love?” gumamnya serak dengan mata masih terpejam.
Kukecup pipinya lembut, “Hanya melakukan rutinitas pagiku,” bisikku mesra di telinganya.
“Hhmm… kali ini pose seperti apa?”
“Pose yang sangat manis,” kukecupi lagi pipinya. Ah, dia memang terlihat maniiiis.
“Mencurigakan,” tandasnya. Aku terkekeh pelan,
“james… tadi mama menelepon,”
“Lalu?”
“Kita tidak boleh terlambat menghadiri peringatan kematian nenek nanti,”
“Jam berapa?”
“Jam lima sore,”
“Ok,”
“Apa jadwalmu hari ini?”
“Aku harus ke kantor sebentar lalu ke kampus lagi untuk mengurus skribsiku,”
“Jam berapa kau ke kantor?”
“Jam tujuh pagi,”
“Sepertinya kau harus cepat-cepat, ini sudah jam setengah delapan,”
james membuka matanya lebar-lebar dan langsung bangun, “Kenapa tidak bilang dari tadi?” Dilemparnya camera itu dan langsung turun dari tempat tidur. Tapi beberapa detik kemudian ia kembali lagi dan mengecup bibirku. “Morning kiss,” bisiknya lalu buru-buru masuk ke kamar mandi sementara aku hanya tertawa melihatnya.
Aku sedang menyiapkan makan malam bersama mama di rumah orang tua kami. Hari ini peringatan kematian nenek dan semua keluarga berkumpul. Setelah makanan sudah siap, kami bergabung dengan mereka di ruang tengah bersama yang lainnya, menunggu waktunya makan malam.
“james, bagaimana skripsimu?” tanya papa saat aku duduk di samping james. “Semuanya berjalan lancar, pa,”
“Itu bagus,”
“Halo semua!!!”
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu Yang Aku Pilih
RomanceCover by @sheliawati (PRIVATE) NADINE POV Cerita mengandung unsur cerita 20+++++ Part 2 sampai seterusnya akan aku private... Jadi follow dari terlebih dahulu jika ingin melanjutkan membaca???????????? Diharapkan bijak dalam membaca???????? Tokoh =...
