Eunha sungguh penasaran dengan 2 mahluk ini, dan rasa penasarannya berhasil pula membuatnya merasakan perih di dada.
"tidak tega melihatku?" batin eunha "jadi seharian ini yang ia lakukan hanyalah menggodaku?" ucapnya lirih sambil menggelengkan kepalanya "selamat sinb.. kau berhasil" ucap pelan eunha dengan senyum mirisnya yang langsung berjalan ke arah kasur dan menenggelamkan dirinya disana. Berharap tertidur dalam waktu yang lama dan terbangun dengan melupakan segala yang terjadi dihari ini.
-
Eunha terbagun disiang hari, berjalan keluar balkon, menghirup udara segar Negara tetangga. Merasa lapar, iapun berjalan kearah pintu penghubung, berniat mengajak sinb makan siang diresto hotel seperti biasa, tepat didepan pintu penghubung ia urungkan niatanya, sepertinya yerin blm pergi dari sana "hmm baiklah" ucap eunha memutar balik badannya, menali rambutnya dan berjalan di lorong hotel sendirian menuju resto. Jangan tanya apa eunha sudah mandi atau belum.. kalian pasti tau jawabannya.
-
"sendiri nona?" tanya seoarang pelayan yang membuyarkan lamunanya.
"eh? Hmm iya" jawab eunha dengan senyum kecut.
"barusan tuan yang bersama nona menelphone meminta dibawakan makanan 2 porsi, apa nona masih belum kenyang?" goda sang pelayan. Eunha memang akrab dengan semua pegawai hotel nya, ia sungguh tidak merasa terganggu jika digoda seperti ini oleh pegawainya.
"ahahaha.. iya, aku masih merasakan lapar" jawab eunha berbohong, ia pikir sinb mungkin memesan makanan untuk yerin, dan apa yang ia katakan adalah menyembunyikan identitas tamu tak diundang yang tidak melewati prosedur hotel untuk bertamu.
Selesai menghabiskan makanannya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
-
"huhh..." eunha membuang nafasnya berat, rasanya sesak saat memasuki kamarnya.
"padahal aku sudah memesankanmu makanan" ucap sinb sambil mengangkat sepiring makanan yang masih lengkap dengan menunya.
"berikan saja pada yerin" jawab eunha sekenanya sambil berjalan kearah kasurnya.
"dia tidak akan memakan makanan ini" jeda sinb "makanlah" sambil menyodorkan piringnya.
"aku sudah makan, dan kenyang" jawab eunha dengan menyembunyikan wajah lesunya dibalik selimut diatas kasurnya.
-
Memesan makanan untuk dimakan dikamar bukanlah sebuah kebetulan, beberapa menit sebelum eunha terbangun sinb sudah ingin mengajak eunha makan namun dilihatnya kelinci ini masih tenggelam didalam selimut, itulah sebabnya ia memutuskan memesan makanannya untuk diantar kekamar mereka. Saat makanan datang yang sinb lihat adalah kamar eunha yang kosong ditinggal penghuninya.
-
"hei apa kau sakit" tanya sinb dengan nada khawatir sambil berusaha meyentuh kening eunha dibalik selimut yang membuat eunha tersenyum sinis dibalik selimutnya.
"tidak.. hanya terlalu lelah karena semalam kita pulang sangat larut" jawab eunha berbohong.
"hmm.. baiklah akan ku makan sendiri, kau beristirahatlah" ucap sinb dan menepuk lembut kepala eunha.
"kau tidak boleh seperti ini sinb" lirih eunha dibalik selimutnya.
Sinb yang belum beranjak dari sana hanya tersenyum pada eunha dan mengangguk-anggukan kepalanya. Ia kembali ke kamarnya dan berdiri di balkon kamarnya, menghadap pemandangan Jepang di siang otw ke sore.
-balik ke malam kemaren kuy-
Yerin sedang mengusap usap lembut punggung sinb dan membersihkan bercak darah dibelakang punggungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
An Angel
FanfictionMain cast GFriend. Cameo akan bermunculan seiring berjalannya waktu. Search for sinrin moment(?) He he he 😏 Grafik ceritanya akan naik menjadi dewasa. Saya tidak akan memprivate akun ini. Karena per cu ma 😊 Have fun 😅 Btw.. Authornya eunha bias...
