bersama eunha kau akan menemukannya

1.1K 106 49
                                        

sinb sama yerin masih ngambek-ngambekan.

#Eunbilinetime~~~~

Bumi semakin menunjukan usianya, bencana semakin sering terjadi, seperti akan menutup usianya dengan segera. Sinb tau hal ini akan terjadi. Disinilah tugasnya. Tugas sinb adalah menemukan keturunan dewa kegelapan yang juga dewa perang. Dewa zeus, ayah sinb mengatakan bahwa dewa yang akan menghancurkan bumi adalah anak seusia sinb. Awalnya sinb menganggap remeh karna sinb tidak memikirkan jauh apa yang anak seusisnya dapat lakukan untuk menghancurkan bumi, keturunan dewa kegelapan ini makin sering membuat onar di bumi, mempermainkan mahluk hidup didalamnya.

Namun hingga kini sinB masih belum tau kekuatan apa yang ia miliki untuk menghadapi penghancur bumi ini. Sinb belum pernah berperang sebelumnya.

Sinb selalu merasa takut, dia selalu meminta yerin untuk menemaninya, tapi dewa zeus melarang yerin menjangkau bumi untuk waktu yang lama karena akan sangat berbahaya berada disana.

"jika dia melarang yerin karena alasan yang membahayakan lalu mengapa dia membiarkanku tetap disini!" kesal sinb seorang diri.

"mengapa kau bertingkah seolah olah kau mengetahui segalanya!" bentak eunha.

Sinb menoleh pada eunha yang sedang berpegangan pada meja dengan keadaan seperti sedang digoncangkan kekanan dan kekiri. Yap, entah untuk keberapa kali gempa melanda beberapa bagian di bumi, seperti sekarang ini.

Sinb mendekati eunha dengan muka yang...hmm seperti marah dengan keadaan.

Eunha yang takut melihat sinb kemudian melepas pegangannya dari meja dan hendak berlari, sampai eunha menyadari ada rak buku yang akan menjatuhinya.

Gempa berhenti, eunha masih menutupi muka dengan kedua tangannya karna kejadian yang akan menimpanya itu.

"bukalah matamu"

"eh?"

"kau aman"

Eunha membuka sedikit demi sedikit tangan dan matanya. Ia mengedarkan pandangannya kesekitar. Ia menyadari bahwa ia tidak lagi berada didalam perpustakaan, tapi...

"a..apa yang terjadi? Mengapa kita berada diluar gedung?"

"aku mengetahui segalanya"

"kkau... siapa kau?" Tanya eunha heran dan panik sambil sedikit demi sedikit menjauhkan dirinya dari sinb.

"sinb, aku sinb, kau tau itu, mengapa bertanya?" tanpa memerdulikan wajah panik eunha sinb langsung menjejalinya dengan pertanyaan lain "kau punya akses menuju ke beberapa negara bukan? Mau membantuku?" ucap sinb menodong memajukan badannya menuju eunha dan diakhiri dengan senyum mempesonanya.

"you.." ucap eunha sambil memundurkan badannya "what the hell just happen? You better tell me everything first" eunha akui sinb memang tampan, ia sedikit kikuk jika sinb memperlakukannya seperti itu.

"nee, mau dari mana?" jawab sinb menarik tubuhnya kembali ketempatnya.

"dari saat kau.."

"apa kau tau Jepang? Mau membawaku kesana? Aku akan menceritakannya diperjalannan" jawab sinb menyanggah apa yang akan eunha ucapkan.

-

-

-

"aih... aku benar-benar menggunakannya, sulit dipercaya" oceh eunha saat menaiki tangga pesawat pribadinya.

Eunha belum pernah menggunakan fasilitas mewah yang diberikan kedua orangtuanya. Eunha ingin menggunakannya ketika memang ia sudah pantas menggunakannya, yakni lulus kuliah dan berusaha mengikuti tes ketat masuk perusahaan keluarganya sendiri. Eunha benar-benar ingin berusaha dari bawah. Ia selalu berfikir dengan merasakan kesulitannya ia akan menghargai setiap inchi dari apa yang ia miliki.

An AngelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang