"kau bisa memanggilku hyomin"

1K 100 22
                                        

-masih didalam pesawat-

Sinb mendekati eunha, menggenggam tangannya yang kemudian ditepis lembut oleh eunha.

"jangan buat aku takut" ucap eunha lirih, mendadak ritme jantungnya berubah menjadi lebih cepat..

"mianne" ucap sinb lembut sambil kembali mencoba menyentuh tangan eunha dan menngenggamnya erat.

Sentuhan sinb membuat eunha meloloskan tangisannya. Sinb melepas sabuk pengaman yang ia kenakan, beralih berdiri di depan eunha, melingkarkan kedua tangan eunha kepinggang sinb, menarik kepala eunha menuju perutnya dan membiarkan eunha menangis disana.

"aku sungguh tidak bermaksud menggores bekas lukamu" ucap sinb menyesal.

"bisakah kau menjadi sinb yang tidak banyak berbicara? hiks..diamlah" ucap eunha sedikit memukul lemah belakang pinggang sinb.

-

-

Sampai di Jepanggggggg......uyeah

Eunha turun dengan menggunakan kaca mata hitam, menutupi lebam matanya karena menangis tadi.

"sudah merasa seperti artis? Atau ibu-ibu pkk? Ehm.. maksudku ibu-ibu sosyelita?" tanya sinb menggoda eunha.

"hei kau mau kemana? Arah keluarnya kesini! Kau belum pernah kebandara sebelumnya? Apa kau fikir lintasan pesawat itu jalan raya dan kau akan menemukan bus disana? sembarangan berjalan saja" ucap eunha menarik leher kaos yang digunakan sinb.

-

"apa taksi dijepang tidak memiliki tulisan taksi? Dan lagi ini cukup mewah untuk ukuran taksi" ucap sinb berbisik ditelinga eunha.

"bakka! Ini fasilitas hotelku. Kita akan menginap dihotelku, aku tidak mungkin membiarkanmu mencari tempat tinggal untuk kita disini, jalan keluar bandara saja kau tidak tahu" ucap eunha sedikit kesal.

"ah... haik haik" ucap sinb sok sok an pake bahasa Jepang.

-

-

"ini kamarmu" ucap eunha memberikan kunci kamar sinb "dan disebelahnya adalah kamarku. Jika membutuhkan sesuatu, ketuk pintu penghubung didalam, jangan ketuk pintu kamar dari luar. Mengerti?"

*brukk tutup pintu kamar sinb didepan eunha yang sedang menjelaskan.

"yak! kau seenaknya saja menutup pintu didepan mukak....ku" ucap eunha memasuki kamarnya dan langsung membuka pintu penghubung kamarnya dengan kamar sinb. "omo omo! Yak kau!" eunha menutup matanya dan kembali ke dalam kamarnya.

"ketuklah pintunya sebelum kau masuk~~" ucap sinb santai dan seolah-olah seperti menyanyi dari sebrang kamarnya.

Yang membuat eunha kaget adalah sinb sedang bertelanjang dada mengganti bajunya yang sedikit basah karena air mata eunha tadi.

"kau juga!! Ketuklah pintunya sebelum masuk!" teriak eunha dari dalam kamarnya.

-

-

Ini sudah hari ke 3 mereka berada di Jepang.

*TokTokTok "sinb ya"

"masuklah"

"setiap malam kau pergi keluar, ku fikir kau tidak tau Jepang, tidak takut tersesat?" ucap eunha sambil duduk diranjang, melihat kearah sinb yang sedang merapikan pakaiannya. Sebenarnya eunha merasa bosan karena hanya dirinya yang tidak memiliki aktifitas selama berada di Jepang. Ia berharap sinb mau mengajaknya pergi bersamanya.

"aku akan pergi mengunjungi nunna ku" ucap sinb tersenyum "bergantilah pakaian, akan ku ajak kau menemuinya"

-

An AngelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang