Eva memutarkan bola matanya malas. Sekali lagi, mengapa hidupnya jadi seburuk ini? Oke, jadi seperti ini.
Hari ini, SMA tempat Eva bersekolah mengadakan rolling class. Dan sebagaimana yang kalian ketahui, pihak sekolah akan mengacak muridnya. Sehingga dalam satu kelas akan ada berbagai murid dari kelas lain.
Eva sangat senang, ternyata kalau memang takdir, semua bisa terjadi. Eva masih satu kelas dengan Salma dan Esti. Ia sempat menghela napas lega, ketika mengetahui namanya ada bersama jajaran teman-teman terdekatnya.
Walaupun Eva memiliki banyak teman, Eva mungkin dibilang cukup susah untuk bersosialisasi. Dulu, saat pertama kali ia masuk di SMA, teman-teman sekelasnya menjuluki Eva sebagai monster. Bagaimana tidak, sifatnya yang kelewat cuek itu, membuat teman-temannya lebih sering bergidik ngeri ketika duduk di sebelahnya.
Dan tebak?! Apa yang terjadi di semester akhir? Teman-teman Eva kembali menjuluki dirinya dengan sebutan kincir angin. Ya, ketika ia sudah bisa bersosialisasi, ya begitulah Eva. Sisi kesengklekannya sudah mulai keluar. Jokes-jokes-nya yang receh terdengar membuat suasana kelas menjadi lebih ringan.
Eva sangat bersyukur ia dapat menemui kelima temannya pada saat kelas 10 di kelas 11 ini. Tetapi tatapan matanya kembali redup ketika nama seseorang itu juga ada dalam jajaran teman satu kelasnya.
Arel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih
Historia Cortama.sih (adv) sedang dalam keadaan belum selesai atau sedang berlangsung su.dah (adv) telah jadi; telah sedia; selesai Masih atau sudah? DON'T COPY THIS STORY!! wonderful cover by pianputh91
