Chp 8: Takdir

7.5K 715 32
                                        


Suara ketukan pena menjadi simfoni menarik di ruangan luas penuh kertas bertebaran, aura suram menguar dari wanita yang duduk menerawang. Naruto, wanita itu duduk bertopang dagu memikirkan konsep terbaru nya, sudah puluhan kali ia mencoba, yang di dapat hanya goresan tinta tak berguna.

Wanita itu mengeluh setengah frustrasi, rambut pirang nya yang semula rapi telah kusut karena menjadi korban pelampiasan nya sendiri.

"Aku perlu kopi."  ucap nya saat merasakan tenggorokan yang mulai kering.

Naruto menatap sekitar ruangan, ia memandang jengkel tempat sampah yang penuh akan kertas, tak satupun ide menarik keluar dari otaknya, yang ada hanya rasa pusing yang ia dapatkan.

"Ini semua gara-gara pria bodoh itu." tukas Naruto ketus.

Berdecak kesal, ia menatap ponsel yang kembali berdering untuk kesekian kali nya, dengan gemas jari lentiknya mematikan panggilan dari Sasuke.

Pria itu memang tidak berhasil mengantarkan nya hingga rumah, namun sebagai imbalan ia harus memberikan sesuatu agar pria itu bisa menghubungi nya.

'Dasar idiot, kenapa aku harus menuruti nya kemarin.'

Dan beginilah hasil nya Naruto harus rela mendengar ponselnya berdering dua jam sekali selama lima hari terakhir.

"Dasar Uchiha sinting." maki Naruto kesal.

Naruto beranjak, melangkah sedikit tertatih keluar dari ruang kerja nya, suasana rumah tampak sepi seperti biasa yang dapat ia dengar hanya gemericik air mancur di sisi rumah. Chiyo, wanita tua itu pun tak ia temukan sejak pagi hari.

Matahari kian meninggi, sinar terik nya berhasil menerobos diantara kaca besar membuat nya menjadi penerangan alami. Naruto berjalan di koridor sepi, suara gesekan alas kaki yang ia kenakan menjadi pengiring langkah-nya.

••••••

Bingung, itu lah yang sekarang Naruto rasakan, ia menatap tidak suka data yang baru saja Shizuka serahkan.

Grafik nya jelas jelas menunjukan angka penurunan pada salah satu cabang usahanya.

Sesaat otaknya berpikir memikirkan sebuah cara untuk menyelesaikan nya.

"Aku akan meninjau sendiri mengenai masalah ini, kau urus pekerjaan seperti biasanya." ucap Naruto setelah cukup lama terdiam, ia memandang Shizuka yang terlihat menegang.

"Ta-tapi berapa lama anda akan pergi?" tanya gadis itu dengan ekspresi horror, tidak adanya Naruto berarti mengharuskan dirinya untuk kerja ekstra seperti tempo hari. Dalam hati, gadis itu berdoa semoga urusan bos-nya lekas selesai.

Naruto menimbang-nimbang sejenak "empat sampai lima hari, tergantung apa yang harus di benahi nantinya." jawab Naruto ragu "tolong kau siapkan keberangkatan ku lusa, dan juga rahasiakan kedatanganku, aku perlu melihat kinerja mereka seperti apa." jelas Naruto tenang.

Shizuka mengangguk meng"iya"kan, kemudian gadis itu ber ojigi sebelum pergi untuk melanjutkan pekerjaan.

Suasana rumahnya kembali sunyi, otaknya semakin buntu akan ide baru. Naruto mengambil kembali dokumen yang baru saja dia letakkan.

Sapphire nya menatap lekat tempat yang akan ia tuju. 'Semuanya semakin membuatku pusing.' monolog nya mengeluh.

•••¶Π¶•••

Ukiran indah inisial menjadi objek menarik saat ini bagi Sasuke, jarinya mengusap cincin emas sederhana di genggaman-nya, benda yang selalu tersimpan apik di dompet nya sejak lima tahun belakangan. Warna nya pun masih sama semenjak di tinggal pemakainya, Sasuke selalu memastikannya dengan baik agar benda itu tidak pudar, sampai ia bisa menyematkan nya kembali di jari manis pemiliknya.

Puas melihat pria itu kemudian memasukan kembali cincin tersebut di salah satu ruang dompet miliknya.

Atensinya pun berpindah pada layar ponselnya yang gelap, helaan nafas terdengar lelah, menunggu Naruto membalas pesannya terdengar mustahil bagi Sasuke, wanita keras kepala itu telah berhasil membuatnya gila.

Sasuke berjanji akan mengikat erat wanita itu saat dia berhasil mendapatkan nya kembali, dan dia akan menghabisi siapapun yang mencoba menghalanginya, pikir pria itu arogan.

Sebelum itu ia harus memikirkan cara meyakinkan Naruto untuk kembali bersamanya.

Suara ketukan pintu membuat Sasuke mengalihkan atensinya.

"Tou-san!" seru suara cempreng khas anak kecil.

Taut wajah Sasuke pun seketika melunak melihat anak kecil yang berlari kearahnya dengan antusias.

•••TBC•••

Part membosankan.

The Lost Love | SfN [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang