Duk...
Naruto membuang asal kotak yang dibungkus kertas merah ke atas keranjang mengumpulkannya dengan benda serupa, hampir setiap hari kotak kotak itu datang, asalnya, siapa lagi kalau bukan pria Uchiha yang dengan percaya diri mengklaim dirinya milik pria itu seorang. Naruto meremas kertas membuatnya jadi bola kecil, ide nya buyar gara-gara kedatangan Chiyo yang mengantarkan kotak barusan.
Ia meraih gelas, hampir pukul satu siang ia hampir lupa meminum obatnya, wanita itu membuka laci dan menampilkan botol kecil penuh dengan pil berwarna putih, Naruto mengambil obat tersebut dan menelan dua sekaligus, perasaan pahit menyengat dengan terburu-buru ia meneguk air untuk menetralisir rasanya.
"Ah.. Walaupun sering tetap saja rasanya terasa pahit," ujarnya mengeluh. Naruto mengusap bibirnya yang basah.
Ponselnya berdering, Naruto segera mematikan panggilan yang masuk, ia sedang pusing ditambah berbicara dengan Sasuke pasti membuatnya stres.
"Tak taukah dia kalau aku sedang pusing." Monolognya walau yakin Sasuke tidak mungkin mendengar.
"Mana aku tau kalau kau selalu menghindariku." Suara berat membalas ucapan Naruto.
Mata cerah wanita itu mengerjap dengan sedikit menampilkan ekspresi terkejut, ia mendengkus "untuk apa kau kemari?" Ucapnya setelah kembali menguasai diri.
"Menemuimu tentu saja, dan sedikit bisnis." Jelas Sasuke yang semakin memasuki ruangan Naruto.
Pria itu berkeliling seakan mengidentifikasi ruang tersebut, setelahnya ia mendekati Naruto yang mulai menggores pensilnya kembali.
"Kau baru saja minum obat."
"Hm." Jawab singkat Naruto, wajahnya berkerut akibat berpikir keras.
"Dobe." Panggil Sasuke karena wanita itu menghiraukannya.
"Jangan ganggu, sebaiknya kau urus saja urusanmu." Naruto mulai kesal, idenya kembali hilang gara-gara Sasuke.
"Urusanku juga berkaitan denganmu Dobe, kau tak membaca undangannya kemarin?"
"Undangan apa?" Kali ini Naruto bingung apa yang sedang Sasuke bicarakan.
"Kotak yang aku kirim dua hari yang lalu, kau tidak membukanya?"
Naruto memutar bola matanya malas "ada disana, bersama yang lain." Ujarnya menunjuk keranjang di samping lemari.
Melihatnya Sasuke hanya bisa sabar, pria itu mendekati keranjang dan mulai membongkar semuanya, cukup lama dia menyingkirkan kotak dan buket bunga, akhirnya Sasuke menemukan apa yang ia cari, Sasuke kembali dengan selembar undangan di tangannya. Pria itu meletakkan benda tersebut di depan Naruto.
"Apa ini?" Tanya Naruto heran menghentikan goresan pensilnya.
"Kau akan tau dengan membacanya." Ujar Sasuke sedikit ketus, pria Uchiha itu bersandar pada meja dengan tangan bersedekap.
"Kau yang diundang tak ada urusannya denganku, aku sibuk, ada pekerjaan yang harus selesai hari ini." Jelas Naruto menolak, wanita itu kembali melanjutkan aktifitas nya, tanpa menghiraukan eksistensi Sasuke.
Ujung bibir Sasuke berkedut jengkel "Ahh....apa harus aku menyewa wanita diluar sana untuk pergi bersamaku," Keluh Sasuke "Nona Hyuga tadi menelpon untuk pergi bersama, itu lebih baik dari pada pergi sendiri." Monolog Sasuke sedikit dramatis, onyxnya menyipit seraya melirik wajah Naruto.
"Kenapa kau tidak beraksi apapun ketika mendengarku pergi dengan wanita lain."
"Itu hakmu, aku tidak bisa melarangnya, setidaknya aku tau sejauh mana perasaan yang kau sebut cinta itu," Jawab Naruto dengan nada berbahaya "ketika kau pergi dengan perempuan lain, jangan harap bisa melihatku lagi Tuan Uchiha."
Tak...
Pensil itu patah jadi dua, pria itu melotot ngeri. "Aku hanya bercanda kau sensitif sekali. Tidak mungkin aku melakukan itu," ralatnya cepat. "Kalau kau tidak mau pergi aku juga tidak akan pergi."
Naruto mendengkus, wanita itu bangkit dari duduknya kakinya melangkah keluar ruang kerjanya. Sasuke yang membuntutinya selalu berdecak kagum ia suka rumah Naruto, banyak kaca besar tempat cahaya matahari masuk, rumah itu terasa hidup dengan pohon palm mengelilinginya. Naruto membawa Sasuke ke ruang tamu, mungkin berbicara dengan pria itu tak ada salahnya.
Wanita itu berhenti ketika melihat Chiyo, "Buatkan kopi gulanya setengah sendok untuk Tuan Uchiha dan minuman biasa untukku." Sasuke diam-diam merasa gembira rupanya wanita itu masih ingat minuman kesukaannya walaupun setelah sekian lama terpisah.
"Duduklah, minumannya akan segera datang." Mata Naruto menyipit melihat Sasuke yang menatapnya dalam. "Ada apa?"
"Tidak ada." Sasuke mengayunkan tangannya meyakinkan.
Sapphire Naruto melirik Sasuke yang kian beringsut mendekat, tangan wanita itu bergetar, apa Sasuke ingin menyentuhnya pikirnya risau.
Wanita itu refleks menarik lengannya, "Maaf...tapi aku masih tidak terbiasa." Hati Sasuke berdenyut mendengarnya, ia paham. Bodohnya ia yang tidak bisa menahan diri.
"Seharusnya aku yang meminta maaf." Sasuke termenung salahkan ia merindukan masa itu, sekarang mereka seperti dua orang asing yang kebetulan duduk dalam satu sofa.
Terbersit rasa kasihan dalam benak Naruto, Sasuke tidak salah dan ia bingung, ia tak tau sampai kapan pria itu terus berusaha mendekatinya. Naruto ingin kembali sedia kala tapi apa ia sanggup, matanya diam-diam melirik Sasuke yang tampak melamun. Bukankah ini yang ia dambakan dulu, pria itu begitu dekat tapi tubuhnya seolah menolak keberadaan pria itu. Haruskah ia menceritakan semua masa kelamnya agar ia yakin dengan Sasuke supaya ia tau pria itu bersungguh-sungguh padanya.
"Uch...ah maksudku Sa-Sasuke, bermalamlah malam ini, ada yang harus kau tau," ujarnya dengan satu tarikan napas. Sasuke berkedip dengan perasaan takjub apa ia tak salah dengar. Naruto memintanya untuk bermalam.
"Baiklah kalau itu maumu." Bukan Uchiha namanya jika tidak bisa menjaga intonasi suaranya, pria itu menjawab dengan tenang.
Jantung Sasuke berdetak lebih kencang, apa rasa penasarannya bisa terjawab malam ini.
•••TBC•••
Ada yang merindukan cerita ini?
Gak ada, yaudah aku hapus wkwk
Ini masih seperempat cerita loh btw😂
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lost Love | SfN [END]
Fanfiction(Selesai) 18+ Penghianat, Penyesalan, Marah, dan Benci. Menjadi bumbu dalam kisah cinta mereka. Disclaimer: M.K-Sensei Warn!: SasufemNaru Genre: Angst, Romance, etc.
![The Lost Love | SfN [END]](https://img.wattpad.com/cover/114741341-64-k634503.jpg)