~~~Happy Reading~~~
.
.
.
"Heish, dimana yeoja itu?" Geruntu Taekwoon sembari mengetuk-ketukkan kakinya ke tembok. Sudah lebih dari 5 menit ia menunggu, Hakyeon sendiri yang bilang jika ia harus datang tepat waktu. Tapi, ia sendiri yang terlambat, dasar yeoja!
"Taekwoon-ahh...Hoshh..Hoshh mianhae, tadi aku harus memberi Won Geun hukuman. Hahh.. Maafkan aku, aduh..lelahnya" Hakyeon mengelap dahinya yang berpeluh. Jarak antara asramanya dengan gedung sekolah sangat jauh apalagi, mereka bertemu di jembatan yang menghubungkan gedung sekolah dengan gedung ekstrakulikuler.
"Won Geun lagi ck" Lirih Taekwoon.
"Yee?! Apa yang kau katakan?" Tanya Hakyeon, bukannya tak mendengar. Ia hanya ingin memastikan pendengarannya. Taekwoon berlalu meninggalkannya, membuat Hakyeon mengerutkan dahinya.
'Apa aku tidak salah dengar? Ya Tuhan, aku jadi ingat perkataan Won Geun, apa harus kutanyakan?'
"Hei, tunggu akuu" Pekik Hakyeon, ia berlari menghampiri Taekwoon lalu berjalan mengimbanginya.
"Aishh..pelankan jalanmu, kakiku tak sepanjang dirimu, Taekwoon-ah" Rengek Hakyeon, Taekwoon menoleh sebentar dan menatap tajam yeoja di sampingnya.
"Aku kan sudah bilang jangan diamkan aku lagi, apa kau tau rasanya itu tidak enak?" Hakyeon cemberut, memang ia tidak suka didiamkan. Apalagi, oleh namja yang ia sukai.
"Berhenti mengeluh" Ucapan Taekwoon yang singkat membuat Hakyeon semakin lemas.
"Ah cham! Dari mana kau tahu jika Won Geun adalah namjachinguku?" Tanya Hakyeon santai. Sebenarnya ia hanya ingin tahu alasan Taekwoon dapat berkata seperti tadi,namun tanpa ia tahu bahwa alasan Taekwoon mengacuhkannya adalah karena itu juga.
"Apa aku harus menjawabnya?"
"Ani..Aku hanya berpikir, bagaimana kau bisa tau hal itu padahal Won Geun bukan namjachinguku"
Tap
"Ehh?! Kenapa kau berhenti?" Tanya Hakyeon heran. Taekwoon menolehkan tubuhnya menghadap Hakyeon membuat Hakyeon kembali mengerutkan dahi.
"Kau bilang Won Geun bukan kekasihmu?"
"Haa?!"
"Kau bilang Won Geun bukan kekasihmu?" Tanya Taekwoon lagi. Taekwoon bertanya sembari menatap dalam kearah yeoja mungil di hadapannya ini. Ia sungguh ingin memastikan bahwa pendengarannya tidak salah tadi.
'Ya Tuhan, apa yang dimaksud dengan pertanyaan serta ekspresi seperti itu?'
"Dia memang bukan kekasihku, waeyeo?" Ucap Hakyeon dengan polos. Seketika beban di dalam hati Taekwoon menghilang, senyumannya juga merekah. Ia sangat bahagia mendengar pernyataan tersebut, apalagi langsung dari sumbernya. Karena senang, ia melanjutkan jalannya masih dengan senyumannya.
"Ya Tuhan, senyumanmu mengerikan, Taekwoon-ah. Sebentar, atau jangan-jangan perkataan Won Geun benar? Taekwoon-ah, tidak mungkin kan kau mendiamkanku karena mengira kami telah pacaran?"
Tap
Sekali lagi Taekwoon menghentikan langkahnya karena perkataan Hakyeon, senyumannya seketika luntur. Wajahnya memerah padam, Hakyeon yang tak mengerti menghampiri Taekwoon.
'Kenapa bisa ia mengetahuinya? Won Geun sialan!'
"Omo! Taekwoon-ah, wajahmu memerah. Apa kau sakit eoh?? Kau bisa kembali ke kamarmu, aku tidak apa berlatih sendirian" Taekwoon menggeleng lalu kembali melanjutkan jalannya, Hakyeon bingung dengan kelakuan namja itupun hanya berjalan menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My High School Story
FanfictionHakyeon pindah ke VIXX Akamedi karena sekolah lamanya yang ditutup. Di sana ia sering sekali bertengkar dengan anak asrama namja yang bernama Jung Taekwoon. Bagaimana kelanjutan hidup Hakyeon setelah kedatangan Taekwoon di hidupnya?? *WARNING GS*
