My High School Story 22

112 14 4
                                        


~~~Happy Reading~~~

.

.

.

Saat ini Hakyeon sedang duduk di salah satu bangku taman sekolahnya, ia menatap langit dengan pandangan sendu. Ia terus saja menghela napas karena suasana hatinya sedang memburuk. Karena apa lagi jika bukan karena kakinya. Kemarin dokter dari sekolahnya mengatakan jika kakinya baru bisa digunakan seperti sedia kala jika ia tidak menggunakannya untuk menari selama satu minggu. Sedangkan acara puncak terhitung lima hari lagi, jadi bagaimana ia bisa tampil di acara tersebut. Jangankan berpikiran untuk tampil, untuk latihanpun ia tidak bisa.

Maka dari itu, gadis itu terus menyalahkan dirinya. Ia bahkan tidak keluar kamar seharian, dan tidak membiarkan siapapun menemuinya. Suzypun terlihat enggan memedulikan Hakyeon.

Greb

"Bogoshipeo,"

Hakyeon tersentak, lalu ia membalikkan tubuhnya. Ternyata orang yang memeluknya tak lain adalah kekasihnya. Namja itu menatap Hakyeon lembut, ia sangat merindukan kekasihnya itu. Walau hanya sehari, rasanya seperti setahun tidak bertemu dengannya. (lebay:v)

"Kau kemana saja, um? Kenapa tidak mengangkat teleponku?"

Taekwoon mendudukkan tubuhnya di samping Hakyeon, gadis itu hanya tersenyum menatap sang kekasih. Di dalam hatinya, Taekwoon berteriak sedih melihat keadaan kekasihnya. Sebenarnya, penampilan mereka hanya untuk memperebutkan posisi prince dan princess sekolah mereka, maka namja itu bicara pada kekasihnya untuk merelakannya saja. Ia tak mau Hakyeon terbeban hanya karena masalah sekecil ini. Namun, sepertinya kekasihnya itu masih tidak dapat merelakannya.

"Baiklah, kalau begitu kita ke kelas ya?" Hakyeon mengangguk lemah, ia menggapai tasnya, lalu berdiri dibantu oleh Taekwoon. Mereka meninggalkan taman dan berjalan menuju kelas mereka.

Dari kejauhan terlihat Eunji dan Won Geun memperhatikan keduanya dengan tatapan sedih. Mereka ikut sedih mendengar kabar jika Hakyeon tidak dapat tampil di acara puncak sekolahnya. Mereka tahu jika gadis itu sudah berjuang sangat keras.

"Kenapa Hakyeon unnie sangat terpukul ya? Aku tidak tega melihatnya seperti itu," ucap Eunji membuat Won Geun menoleh.

"Kau tidak tahu jika acara itu sangat penting baginya," ujar Won Geun singkat lalu berlalu meninggalkan Eunji dengan beribu pertanyaan.

.

.

.

"Hyung, aku ingin memberitahu sesuatu. Karena aku rasa kau belum mengetahuinya," ucap Won Geun. Mereka berdua kini sedang dalam perjalanan menuju kantin. Mungkin untuk beberapa hari mereka tidak akan makan di kantin karena kondisi kaki Hakyeon, jadi mereka memutuskan untuk makan di kelas Hakyeon saja.

"Mwo?" tanya Taekwoon singkat.

"Ck! Dingin sekali, yasudah tidak akan kuberi tahu," Taekwoon hanya memutar bola matanya sebal, ia tidak peduli dengan semua ucapan Won Geun. Ia malah mempercepat laju langkahnya.

"Heish! Ini tentang Hakyeon nunna dan acara puncak sabtu ini."

Tap

Taekwoon menghentikan langkahnya.

"Maksudmu?" tanya Taekwoon, ia menatap Won Geun yang berjalan mendekatinya dalam.

"Pasti kau pernah berpikir kan, kenapa nunna sangat ingin menjadi pemenangnya. Bahkan hanya karena ia tidak bisa tampil di sana, ia sampai mengurung dirinya," jelas Won Geun.

My High School StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang