Ah.... Aku mendesah pelan dalam hati selepas pulang dari acara makan-makan bersama Rere. Sungguh sedikit melelahkan mungkin karena kami terus ngobrol tak berhenti tanpa titik koma dan tanda baca lainnya. Semua sangat berbeda ketika kami memutuskan untuk kumpul bercerita bersama.
Seperti tidak ada habisnya topik bahasan kami. Mulai dari kebiasaan konyol sampai yang paling hot. Rere sepertinya mulai membuka hati lagi untuk seseorang masuk dalam hidupnya. Hal itu sungguh terdengar luar biasa melihat Rere awalnya begitu sulit membuka dirinya untuk kehadiran orang lain. Sekarang sudah mulai bisa menerima. Aku sebagai temannya sungguh merasa senang.
Sekali pun disisi lain terasa sedikit sakit mengingat akhir obrolan kami. Dimana kami sempat membahas mengenai kesulitan hidup pasangan. Hal itu sungguh menggelisahkan hatiku.
Karena aku awalnya mengira cinta adalah modal dasar untuk seseorang membina rumah tangga. Tetapi ketika aku menjalaninya aku merasa cinta tidak lagi menjadi dasar utama. Karena jika aku melihat bagaimana dirinya memperlakukanku sebelum dan sesudah mengucap janji setia. Aku mulai mempertanyakan lagi, tentang apa yang sebenarnya ingin aku cari dalam kehidupan pernikahanku selama ini.
Jika hanya sekedar nafkah, sejujurnya aku masih berusaha memiliki kebebasan financial dengan memperjuangkan hal itu hingga sekarang secara mandiri. Sehingga aku tak pernah merasa khawatir mengenai hal itu, karena memang aku sudah terbiasa mandiri. Selain itu juga aku tak pernah mempermasalahkan tuntutan profesi dari suamiku, jadi aku sangat memahaminya bahkan aku selalu berusaha meringankannya. Sungguh.
Tetapi yang aku sendiri merasa heran adalah kenapa dirinya bisa seperti itu. Tega memukuli diriku ketika kami mulai tak sepaham. Awalnya aku kira karena aku yang bersikap terlalu keras dalam menyikapi dirinya. Namun ketika aku kembali berfikir ulang. Aku mendapati sejarah yang cukup mencengangkan dari Stefan.
Mengingat alamarhum papa mertuaku adalah orang yang keras. Baik secara watak maupun tindak tanduknya membuat dirinya tak segan untuk main tangan. Termasuk dalam mempermalukan Stefan, tak jarang aku selalu melihat lebam yang sebenarnya dia sembunyikan. Akibat dari dirinya bersitegang dengan papanya.
Sebelum akhirnya aku menyayangkan dirinya justru memiliki tabiat yang sama. Padahal aku kira luka yang dia rasa seharusnya bisa menyemangati dirinya sendiri. Agar bisa lebih baik dari ayahnya. Nyatanya justru hal itu menjadi bumerang bagi hubungan kami. Dimana dirinya lebih memilih untuk meneruskan napak tilas kesalahan ayahnya.
Aku sungguh dibuatnya tidak mengerti harus bagaimana menyikapi masalah ini. Meski aku tahu talak cerai tak akan berbuah klimaks, namun bagaimana cara agar memang dia bisa mengerti. Bahwa penyelesaian masalah ini bukan hanya kata maaf darinya atau dari pihakku saja. Tetapi juga kerelaan untuk merubah sikapnya.
Walau aku tahu kalau menyampaikan ini secara terang-terangan tentu akan melukai hatinya lagi. Seolah aku tak mengerti bagaimana keadaan yang dirinya dan posisinya saat ini. Tapi kalau tak aku katakan secara terbuka, hal ini tak akan menemui ujungnya.
Jadi aku harus bagaimana? Aku hanya berharap ketika kami memutuskan bersama, janji untuk tetap setia dalam keadaan apapun. Dapat secara konsisten kami jalankan sampai maut memisahkan. Sejauh dia membuka pintu kesempatan untuk aku dapat melakukan itu dalam hidupnya. Menjadi seorang yang menyemangati dirinya untuk hidup semakin baik dari hari sebelumnya.
Lalu apakah aku sungguh bisa membuat dia mengerti hal itu? Tanpa merasa dirinya terbebani mau menjalankan semua itu hanya sebagai syarat agar aku bisa kembali dengannya, ataukah aku memang bisa membuat dirinya melihat itu sebagai sesuatu yang sebenarnya layak untuk dihidupi. Entah dengan diriku ataukah dengan yang lainnya. Selama dia memahami segala situasi yang selebihnya merasa sanggup untuk dia lakoni. Sejauh dia dapat mengerti dan melihat panggilan itu berada pada siapa dalam hidupnya. Tidakkah itu seharusnya ada padaku sebagai istrinya?....
Buat yang galau. Pernahkah kalian memikirkan hal ini sama pasangan? Vote dan komen ya.....

KAMU SEDANG MEMBACA
Filosofi Pasangan Kopi
ChickLitCerita seru yang bikin nggak berhenti mempertanyakan apa itu cinta. Private acak buat nambah follower. Bersatunya dua insan itu ibarat kopi susu. Kopi mungkin terasa nikmat dengan pahitnya, susu terasa nikmat dengan gurih dan legitnya. Begitu pula s...