Introducing

264 23 16
                                        

1. Introducing

"Haiii...

Namaku Jungkook. Jeon Jungkook.

Aku siswa tingkat dua Senior High School.

Tanggal 1 September adalah hari ulang tahunku.

Nggg, sebenarnya aku hanya ingin bercerita, tapi entahlah, apakah cerita ini akan menarik atau tidak. Karena, cerita ini tentang hidupku yang selama ini terkesan datar. Semua seolah dapat teratasi dengan mudah.

Hey, bukan berarti aku sedang menyombongkan diri. Sama sekali bukan.

Jujur saja, tiap kali aku mengintip drama yang sedang Ibuku tonton, aku ingin sekali-kali memiliki kisah hidup seperti tokoh drama tersebut. Namun, setelah perenungan sekaligus melihat ending cerita, aku mengurungkan tadi.

Terlalu menakutkan mengingat episode hidupku tidak sesingkat babak dalam drama favorit Ibuku. Lebih baik aku menikmati hidupku meski tanpa gejolak yang berarti. Mau tau atas dasar apa aku menyebut hidupku tanpa gejolak?

Bagaimana tidak?

Terakhir kali aku merasakan jatuh cinta adalah ketika aku masih Junior High School. Bayangkan! Sudah berapa lama itu berlalu? Huft!

Tapi setidaknya aku pernah merasakannya, untuk membuktikan bahwa aku masihlah manusia normal.

Selain itu, aku tidak menyukai sekolah sejalan dengan ketidaksukaanku terhadap mata pelajaran matematika. Walaupun aku sangat menyukai klub menari, yang sialnya hanya ada satu kali seminggu setelah jam pelajaran usai.

Di sekolah, tidak ada yang membuatku benar-benar tertarik untuk datang tanpa beban (kecuali klub menarinya tentu saja). Seolah-olah aku akan berangkat berperang tiap paginya.

Jika tidak ingat biaya pendidikan yang dikeluarkan orang tuaku begitu mahal, aku lebih suka berada di kamar sepanjang hari untuk menggambar atau membaca manhwa.

Aku tidak memiliki teman, bahkan hanya untuk bertegur sapa. Mereka tidak mau berdekatan denganku entah karena apa. Padahal, aku bukan anak nakal yang akan mengajak mereka berbuat onar. Yah, walaupun aku juga bukan siswa teladan yang selalu mendapat nilai tinggi. Setidaknya aku tidak pernah menjadi yang terburuk.

Huft, entahlah!

Lalu... Aku mau bercerita apa lagi ya?

Oh, iya! Aku melupakan satu hal penting.

Aku tinggal di Seoul sejak masuk Senior High School bersama kedua orangtuaku dan kakak laki-lakiku. Tapi, tidak tau kenapa aku tidak mengingat alasan yang membuat keluargaku pindah dari Busan. Tempat kelahiranku.

Nggg, sudah cukup rasanya cerita random-ku ini.

Psstt, sebenarnya cerita ini permintaan Bibi berkacamata yang tiap kali berkunjung, selalu mengajakku bercerita. Dan senangnya, tiap kali aku selesai bercerita, Bibi berkacamata akan memberiku satu buah komik dan setoples cookies cokelat yang sangat enak."

***

Pemuda bergigi kelinci itu menatap kertas di tangannya dengan binar ceria, seolah kertas berukuran folio yang telah penuh coretan itu merupakan karya terbaik yang telah diselesaikannya.

Setelah puas mematai kertas lusuh di tangannya, pemuda itu mengalihkan atensinya pada jendela yang berada di sisi kanan meja tulis. Sinar matanya meredup kala melihat tetes hujan seakan berlomba memeluk bumi.

Kkeut

Love Yourself: My Own WayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang