5. First Time
Jungkook memantapkan langkah menuju tempat yang sama sekali asing baginya, sejak resmi menjadi siswa Senior High School-nya. Namun kali ini, dengan berat hati Jungkook mengunjungi tempat paling diminati siswa ketika istirahat makan siang. Kantin.
Pemuda bergigi kelinci itu menghela napas panjang, mendapati hiruk pikuk siswa di depan sana. Antrian yang mengular, dan dengungan dari akumulasi suara bersenda gurau juga obrolan ringan di tengah makan siang.
"Kau tidak akan kenyang dengan berdiri di depan pintu, Kook," ucap sebuah suara minim gairah yang terdengar familiar di telinganya. Kontan Jungkook menoleh, dan mendapati Yoongi sudah berada di sampingnya dengan tangan berjejalan di saku celana.
Jungkook mendengus kesal. "Kau menyebalkang, Hyung. Bekalku tertinggal karena kau."
"Ya, ya, ya. Aku selalu menjadi pihak yang bersalah atas kecerobohanmu, Jeon Jungkook," sahut Yoongi kalem, seolah tak peduli meskipun dalam hati kesal luar biasa.
"Kau memang selalu salah, Hyung! Karena kau pucat dan...," kening Yoongi berkerut menanti ucapan Jungkook. "Pendek!"
Rasanya Yoongi ingin mengumpat, tapi sekuat tenaga dia menahannya. Sebagai gantinya, Yoongi melayangkan tatapan tajamnya yang sama sekali tidak dihiraukan Jungkook.
Sepupu kurang ajarnya itu melenggang pergi, bergabung dengan antrian untuk mendapatkan makan siang. Merasa sia-sia saja kekesalannya, Yoongi ikut mengantri di belakang Jungkook.
"Maafkan aku karena tadi pagi terburu-buru, kau harus makan makanan kantin sekolah," cetus Yoongi saat keduanya telah duduk berhadapan dengan senampan makanan tersaji di depan mereka.
"Hmmm," sahut Jungkook sambil mengunyah makanannya dengan tekun. Dan, pemuda bergigi kelinci itu menyadari bahwa makanan kantin tidak seburuk bayangannya.
"Hari ini jadwalku berjaga di gerbang, aku tidak mau mendengar ocehan Seokjin yang membuat telinga berdengung," sambung Yoongi, tahu jika Jungkook mendengarkannya.
Jungkook mengangguk-anggukkan kepala paham. "Aku tahu kau pasti sibuk sebagai Ketua Keamanan Siswa. Apalagi dengan Seokjin Sunbae sebagai Ketua Perwakilan Siswa," ucapnya kemudian.
Yoongi terkekeh. Sedikit merasa terharu dengan perhatian Jungkook. Terkadang sepupu menyebalkannya itu bisa berbuat manis juga.
"Hyung, Hosiki Hyung memintaku menjadi penggantinya kelak," cetus Jungkook mengganti topik pembicaraan.
"Benarkah? Kau akan menerimanya atau bagaimana?" Sahut Yoongi tanpa melepaskan fokusnya pada makanan di hadapannya.
"Entahlah. Aku merasa kurang pantas, masih ada Jimin Hyung ngomong-ngomong." Jungkook mengedikkan bahu tak peduli.
"Jimin bergabung dengan klub paduan suara kalau kau mau tahu. Aku pikir dia tidak akan mampu jika harus menjadi ketua klub juga," balas Yoongi yang seketika menurun mood Jungkook untuk makan. "Wae?"
Jungkook meletakkan sumpitnya kasar, hingga menimbulkan suara kelotak nyaring saat beradu dengan meja. Dia tak peduli jika saat ini menjadi pusat perhatian semua pengunjung kantin.
"Aku tidak mau menjadi ketua klub!" Sentaknya dengan nada marah. "Aku tidak suka sibuk."
Setelah mengungkapkan kekesalannya, Jungkook bangkit dari kursinya kemudian pergi begitu saja. Meninggalkan nampan makanannya yang masih setengah utuh, juga Yoongi yang menatap kepergian Jungkook dengan tatapan terkejut.
Kkeut
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Yourself: My Own Way
FanfictionCerita ini merupakan ceceran ingatan yang terserak. Tidak lengkap dan janggal. Seperti halnya puzzle yang kehilangan beberapa bagiannya. (Dikemas secara abal oleh pemula yang sedang belajar merangkak. Merupakan proyek menulis yang diniatkan sebagai...
