4. Practice Room
Suara detik jam dan napas terengah, menggantikan alunan musik yang sudah lebih dari satu jam terdengar. Dua pasang mata menatap langit-langit ruangan, seolah hanya itu yang menarik dari ruangan yang didominasi dengan cermin itu.
"Gerakanmu semakin tajam, aku yakin nanti kau yang menggantikan aku," cetus pemuda pemilik senyum secerah matahari setelah berhasil menstabilkan napasnya.
"Ey, kau membuatku tersipu, Hyung," seloroh Jungkook disusul tawa renyah keduanya.
"Hyung! Kau melupakan Jimin Hyung!" Ucap Jungkook tiba-tiba. Teringat salah satu penari terbaik yang sekolah mereka miliki.
Hoseok, pemuda yang sedari tadi Jungkook panggil dengan sebutan hyung, bangkit dari posisi terlentangnya.
"Sejak awal Jimin masuk klub, dia tidak berniat untuk memimpin organisasi. Jimin hanya ingin menari."
Jungkook berdecak. "Aku juga hanya ingin menari, Hyung!"
Hoseok kembali tertawa, namun kali ini karena wajah cemberut Jungkook yang menurutnya tampak imut. Tapi, Hoseok tidak akan mengatakannya, bisa-bisa si gigi kelinci marah dan akan mendiamkan dirinya. Seperti yang sudah-sudah.
"Aku tidak bisa mengharapkan selain dirimu, Jungkook. Lagipula kau pernah menjadi Ketua Perwakilan Siswa, jadi kupikir tidak akan menjadi masalah," ungkap Hoseok serius, meski wajahnya menunjukkan sebaliknya.
Jungkook menatap Hoseok dengan alis bertaut, lalu mengedikkan bahu tak peduli seraya bangkit dari acara tidurannya untuk segera bersiap pulang.
Kkeut
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Yourself: My Own Way
Fan-FictionCerita ini merupakan ceceran ingatan yang terserak. Tidak lengkap dan janggal. Seperti halnya puzzle yang kehilangan beberapa bagiannya. (Dikemas secara abal oleh pemula yang sedang belajar merangkak. Merupakan proyek menulis yang diniatkan sebagai...
