Worried

46 6 0
                                        

16. Worried

Tatapan mata seluruh keluarga Jeon tertuju pada si bungsu, yang lebih memilih melahap puding cokelat buatan Ibunya dengan tenang. Mengabaikan aura serius di sekitarnya.

"Kau yakin, Kook-ah? Tidak ingin masuk klub saja? Menari, sepak bola, beladiri...."

"Tidak, Appa... Kookie hanya mau itu," cetus Jungkook memutus ucapan Tuan Jeon. "Appa, Eomma, dan Junghyun Hyung jangan mencemaskanku berlebihan. Aku akan baik-baik saja."

"Kami khawatir nantinya kau terlalu lelah, Kookie-ya. Dan masa sekolahmu tak akan sama lagi." Junghyun mengedikkan bahu tak acuh setelah mengucapkan kalimat sarat peringatan.

"Eomma lebih lega kalau kau ikut klub seperti perkataan Appamu, Kookie-ya. Kau masih Junior High School, kau belum terlalu dewasa untuk itu. Nanti saat kau berada di Senior High School, kau bisa mendapatkannya." Giliran Nyonya Jeon yang mengungkapkan betapa dia mencemaskan putra bungsunya itu.

Jungkook menghela napas panjang, meletakkan sendok kecil bekas digunakan untuk menyantap puding ke atas meja dengan mimik lelah. Kemudian menatap Ayah, Ibu, serta Hyung-nya satu persatu. Kening Jungkook tampak berkerut, memikirkan rangkaian kalimat yang tepat untuk meyakinkan keluarganya.

"Appa, Eomma, Junghyun Hyung... Kookie bukan ingin mendaftar wajib militer. Kookie hanya akan mencalonkan diri menjadi Ketua Perwakilan Siswa menggantikan Namjoon Sunbae. Lagipula, belum tentu Kookie yang terpilih nantinya. Jadi, jangan khawatir. Oke?" Jungkook menutup ucapannya dengan senyuman lebar, berharap keluarganya paham dan tidak terlalu berlebihan menanggapi niatnya mencalonkan diri menjadi Ketua Perwakilan Siswa. Tekatnya sudah bulat sejak ide menggantikan Kim Namjoon muncul, ditambah melihat betapa menyebalkannya pemuda Kim itu yang masih saja lengket dengan Bidadari Noona-nya. Choi Sangjin.

"Baiklah~" Tuan Jeon menghembuskan napas pasrah, mengalah pada keinginan si bungsu. "Appa, Eomma, dan Hyung-mu setuju asalkan kau bisa bertanggungjawab atas apa yang kau pilih. Kau juga harus menjadi pemimpin yang keren jika kau terpilih nantinya. Oke?"

Senyum Jungkook seketika merekah, mendengar ucapan final Ayahnya sesuai dengan hadapannya.

'Bidadari Noona, tunggu aku....' Pekik Jungkook dalam hati.

Kkeut

Love Yourself: My Own WayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang