Lea mendengus kesal saat menyadari kantung mata nya pagi ini terlihat jelas. Menambah kesan buruk paginya ditambah muka kusut dan rambut yang berantakan.
Baru saja bangun pukul 07.00
Setelah tadi malam bergadang hanya untuk membaca setiap artikel yang ada di google mengenai Kanker paru paru. Yah ini masih berhubungan dengan Faith. Gadis itu sangat perduli dengan Faith hingga begitunya. Ia mempelajari bagaimana tanda tanda umum penyakit kanker paru-paru, cara menyembuhkannya dan segala jenis kanker itu.
Bahkan Sekarang Lea berniat masuk jurusan kedokteran karena ingin mendalami hal tersebut.
Ke menjepit rambutnya dengan jedai yang ada di nakas. Lalu bersiap mandi dan berangkat ke kampus. Karena kelasnya akan dimulai pukul 08.00
Hari ini ia tidak akan dijemput Regan lagi atas permintaannya. Ia tak mau harus menunggu dan di PHP-in berulang-ulang oleh sepupunya itu.
***
Tepat waktu.
Lea sampai di kampusnya 15 menit sebelum kelas pertamanya dimulai. Seharusnya ia sampai lebih awal tapi karena ia tadi naik angkot sehingga harus bergantian turun membuat sedikit keterlambatan. Itu tidak terlalu fatal.
Kelas pertamanya berjalan tenang. Sedikit info bahwa Lea memilih jurusan sesuai keinginannya tadi, kedokteran dan itu disambut baik oleh pembimbingnya. Sekarang ia semakin mantab dengan tujuannya untuk merawat Faith.
Menjaga pria itu dan membuatnya sembuh. Begitu impiannya.
Haha Lo berpikir terlalu jauh Lea, lea membatin dirinya sendiri.
"Gak mau keluar makan, le?" Tanya seseorang membuat lamunannya terhenti. Ah gadis itu mengganggu Lea yang sedang membayangkan dirinya menjadi dokter pribadi Faith.
Dia Ashra, teman baru Lea sekitar satu setengah jam yang lalu.
Lea mengangguk lalu berdiri dari bangkunya dan beranjak pergi bersama Ashra untuk makan siang. Ya walaupun ini masih tidak terlalu siang tapi perut mereka sudah keroncongan.
Mereka duduk di salah satu meja kantin, ah tidak tepat bila dibilang kantin lebih tepatnya sebuah restoran mewah di sebuah sekolah. Bagaimana tidak? Bangunannya yang besar fasilitas dan kenyamanannya bintang 5 di lengkapi dengan suasana Aestethic dan music band yang melengkapi. Biasanya mahasiswa dari universitas Galaxi lah yang mengisi band tersebut dan siapapun juga boleh menyumbangkan satu lagu atau mau ikut bermain. Syaratnya ya harus menjadi mahasiswa universitas Galaxi.
Makanan disini juga beragam, khas Indonesia, Eropa, Amerika dan belahan bumi lainya. Tak usah khawatirkan harganya karena makanan disini disediakan lebih murah dan disesuaikan dengan kantong pelajar tapi tetap kualitas diutamakan. Pemerintah kota Angkasa lah yang menerapkan kebijakan itu.
Lea sampai bingung memilih menu makanan yang disodorkan Ashra.
"Lo mau pesen apa, Ash?" Tanya Lea saking bingungnya.
"Gak tau, banyak banget menunya" ujar Ashra sambil membolak balik buku menu itu.
Setelah sekian lama memilah akhirnya mereka menentukan pilihannya.
Nasi goreng spesial.
Menu yang sangat simple tapi butuh waktu lama memilihnya. Saking bingungnya diantara banyaknya menu makanan dan mereka menyerah lalu memutuskan untuk memilih nasi goreng spesial itu. Tak lupa dengan 2 jus jambu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Peniti
Fantasía[tahap revisi] Pergi ke masa depan bukanlah hal yang pernah terpikirkan oleh Lea, itu terdengar sangat aneh. Satu per satu hidup Lea berubah, masalah muncul yang membuat hidupnya semakin bingung. Tapi lambat laun Lea mulai terbiasa dengan keadaannya...
