[PP #9] kenzo's wedding part 2

80 6 8
                                        


2 Minggu kemudian.

Pernikahan seorang anak CEO tentulah meriah. Dengan dekorasi yang mewah dan tentunya menarik perhatian mata yang melihatnya. Dekorasi bunga mawar merah menghiasi seluruh ruangan resepsi pernikahan Kenzo dan Falera. Dengan aksen yang romantis ditambah alunan musik pop menambah kesan harmonis ruangan ini.

Mereka, para tamu undangan diwajibkan memakai gaun atau pakaian berwarna hitam. Tentunya serasi dengan tema pernikahan kali ini.

Perfect. Tapi semua ini enggan membuat Lea tersenyum. Gadis itu justru hanya memasang wajah datar tak seperti biasanya.

Sementara itu Faith yang menemani Lea juga ikut bergeming karena disini bukanlah perkumpulannya. Ia bahkan tak mengenal mereka yang ada disini. Mungkin Lea tahu tapi sepertinya gadis itu sedang tidak mood untuk diajak bicara.

"Lo gapapa kan?" Tanya Faith memastikan memandang ke arah Lea yang sedang duduk menunduk menatap kuku kukunya yang dicat berwarna merah.

Lea tersenyum menggeleng. Hanya itu sebagai jawaban. Bisa dipastikan tidak ada yang baik baik saja.

Lea memandang Faith tersenyum penuh arti seolah mengatakan aku baik baik saja.

Tidak ada yang akan baik saja saat datang ke pernikahan seseorang yang pernah kita cintai atau bahkan masih meninggalkan rasa di dalam hati.

Dan sekarang Lea berusaha mengalihkan perhatiannya ke lain hal. Faith misalnya?

Lea belum sempat menuaikan pujian terhadap Faith untuk tampilannya kali ini. Benar benar membuatnya meleleh. Kemeja putih dibalut rompi berwarna hitam yang menarik perhatiannya rambut Faith yang terlihat acak-acakan membuatnya semakin terlihat lebih tampan.

"Penampilan Lo malam ini, perfect" begitu ucap Lea.

Faith mengangkat kedua bahunya "gue emang selalu perfect, Lea"

Lea mengangguk mengiyakan "ya, selalu"

"Lo juga gak kalah perfect kok" sambung Faith dengan nada halus.

"Gue gak salah denger?" Tanya Lea sedikit memiringkan kepalanya sambil menunjuk telinganya. Karena Faith mengatakannya dengan suara halus ditambah bunyi bising dari sekitarnya.

"Enggak" Faith menggeleng.

Mereka berdua tertawa bersama sambil sesekali mengeluarkan celotehan tidak jelas. Mereka juga tak memperdulikan suasana sekitar yang cukup ramai karena banyaknya tamu undangan kali ini.

"Lo pasti bisa, Lea" ucap Faith sambil menepuk pundak Lea saat namanya dipanggil oleh pembawa acara untuk bersalaman dan berfoto bersama sang pengantin.

Lea menggeleng cepat "gue gak yakin" sedikit menitihkan air mata.

"Lo bisa, Lo kuat, gue ada disini, disamping Lo" ucap Faith dengan nada mantab. Lalu merengkuh pinggang Lea dan menggiringnya berjalan.

Lea menatap Faith heran. Mengapa pria ini harus menggandengnya dengan cara ini?

"Biar Lo kelihatan udah move on dari Kenzo, gue harus bersikap layaknya pasangan Lo sesungguhnya. Gue gak mau Lo dihina karena masih terpuruk gara gara kenangan Lo sama Kenzo" ucap Faith membuat mata Lea terbelak. Pria ini begitu tulus membantunya.

Lea mengangguk tersenyum. Lalu berjalan dengan bangga bersama Faith disampingnya.

Tinggal satu langkah lagi Lea. Ayo majulah.

Lea berjalan mendekati Kenzo dan Falera yang tersenyum padanya seolah mereka sama sekali tak punya permasalahan sebelumnya. Kenzo terlihat tampan(sekali) malam ini.

PenitiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang