Getting More Complicated

201 52 15
                                    

"Cepat keluar dan berkumpul di meja makan!"

Eun Ji menoleh ke arah pintu saat mendengar ketukan pintu yang diiringi oleh teriakan itu. Ia segera membangunkan Bomi yang sudah tidur sejak sejam yang lalu setelah menyadari bahwa orang yang mengetuk pintu adalah Chanyeol yang mengingatkan semua teman-temannya untuk makan malam.

Sedangkan Son Naeun, teman sekelas Eun Ji sekaligus teman sekamarnya selama berada di vila ini, yang sedang membaca buku segera meletakan bukunya. Eun Ji melepas headset dari telinganya dan membiarkannya melingkari lehernya. Sejak tadi dia memang memakai benda itu, tapi ia sama sekali tidak menyalakan musik meski headset tersebut tersambung dengan ponselnya.

"Ada apa?" tanya Bomi setelah terbangun.

"Ayo, bangunlah. Ketua Kelas sudah memanggil kita untuk ke meja makan dan makan malam," jelas Eun Ji.

"Benarkah? Kita harus bergegas, aku penasaran apa makan malam kita," balas Bomi seraya bangkit dari tempat tidur dan memakai jaket tebalnya. Ketiganya bergegas keluar dari kamar dan Eun Ji tak lupa mengunci pintunya.

"Apa kalian mau memegang kuncinya?" tanya Eun Ji.

"Ani. Kau saja," jawab Naeun, dibalas anggukan setuju dari Bomi.

"Baiklah," Eun Ji tersenyum, lalu memasukan kunci kamar ke saku celana panjangnya.

"Kau tidak pakai jaket atau mantel, Eun Ji~ ah?" Naeun memerhatikan Eun Ji saat mereka berjalan menuju meja makan yang berada di ruang tengah vila.

"Benar. Kau akan kedinginan nanti. Hari ini suhunya -3 derajat," timpal Bomi.

"Ah iya, aku lupa. Tapi tidak apa-apa, lagi pula hanya makan malam, tidak akan lama," Eun Ji membalas sambil tersenyum lebar. Memang agak sedikit mengkhawatirkan mengingat dirinya hanya memakai sweater saat cuaca di bawah 0 derajat.

Setelah sampai di meja makan, mereka duduk di kursi yang bersebelahan, Eun Ji duduk di tengah, di antara Bomi dan Naeun. Ada dua meja panjang besar yang sudah dilengkapi dengan bantal duduk, sangat khas dengan budaya Korea.Eun Ji dan kedua temannya memilih duduk di meja yang dekat dengan jendela.

"Apa semuanya sudah berkumpul?" tanya wali kelas.

"Belum, Ssaem. Jimin dan Min Jae masih di kamar," ujar Jongin.

"Aigoo, aku sudah kelaparan. Aku akan memanggil mereka," ujar Chorong seraya berdiri dari duduknya. Saat ia hampir keluar dari ruang tengah yang menjadi ruang makan, Chanyeol yang berdiri di dekat pintu menahan tangannya.

"Kenapa?" tanya Chorong.

"Biar aku saja yang memanggil mereka," jawab Chanyeol.

Chorong tersenyum, kemudian berkata, "tidak apa-apa, biar aku saja yang ke kamar dua orang itu."

"Sungguh?"

"Iya."

Chorong tersenyum lebar saat Chanyeol melengkungkan kedua ujung bibirnya padanya, sebelum akhirnya ia berlalu pergi ke kamar nomor 02.

"Hey kalian yang ada di dalam sana! Apa yang sedang kalian lakukan? Apa kalian tidak lapar? Ini sudah waktunya makan malam," ujar Chorong setelah mengetuk pintu.

"Siapa? Ah, sepertinya Park Chorong. Tunggu sebentar! Kami akan segera ke sana," jawab Jimin dari dalam.

"Cepatlah! Aku akan kebingungan jika ternyata kalian mati kelaparan di dalam sana."

Tak lama kemudian, pintu terbuka, Jimin dan Min Jae keluar dari dalam kamar. Chorong menatap Jimin dari bawah sampai atas, lalu tawanya meledak saat melihat Jimin memakai jaket yang ukurannya dua kali lebih besar dari ukuran tubuhnya.

WaveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang