• AlvaroNathyas • #22

6.4K 286 1
                                    

Lanjutan yang kemarin sempat aku potong.

Follow akun @reishaaaaa15 yaa ^^

Selmat membaca....

Bel pulang sudah berbunyi, tyas yang sedang memasukan buku-bukunya, sadar dengan keberadaan al yang sudah berdiri dekat pintu XI Ipa. Setelah tyas memasukan semua bukunya, tyas melangkahkan kakinya menghampiri al.

"Lo balik duluan aja, gue balik bareng shena" ucap tyas.

"Tapi gue di suruh bunda buat anter lo pulang" jawab al, tyas yang sadari tadi menganga mendengar al tidak berbicar 1 kata atau 2 kata lagi.

"Lo sehat?" Tanya tyas.

"Sehat" jawab al.

"Tumben bisa ngomong melebihi 2 kata"

"Hm"

"Yaelah, gausah jaim kali. Bawel mah bawel aja, jangan sok irit ngomong" ucap tyas dan langsung menyusl shena yang dari tadi sudah menunggunya di parkiran.

"TYASS LO HARUS BALIK SAMA GUE" teriak al, lagi lagi gue ngomong lebih dari 2 kata batin alvaro.

"GUE BALIK SAMA SHENA, LAGIAN GUE JUGA GA BAKAL DI APA APAIN SAMA SHENA" jawab tyas dari jauh.

Alvaro mendengus kesal. tau gitu gue balik dari tadi batin alvaro.

Alvaro melajukan motornya dengan kecepatan sedang, al hari ini tidak langsung pulang ke rumah. sekarang al mampir ke sebuah cafe dan dia hanya ingin menumpang wifi. Siang ini al tidak dengan 2 sekawannya, alvaro duduk di dekat jendela besar yang jelas memperlihatkan perjalan kota Jakarta. Tidak lama ada cowo yang menghampiri meja al.

"Lo al kan?" Tanya ricard.

"Iya, lo siapa?" Tanya alvaro.

"Gue ricard, sahabat nya tyas" ucap ricard sambil menyodorkan tangannya dan di balas oleh alvaro.

"Gue boleh duduk disini?"

"Hm"

Ricard duduk di depan al. Ricard yang melihat al sedang fokus dengan ponselnya, agak merasa canggung dengan situasi ini.

"Ekhem... gue mau tanya boleh?" Ricard memecahkan keheningan.

"Nanya paan?" Jawab alvaro yang masih fokus dengan ponselnya.

"Lo kenal tyas?" Tanya ricard.

"Hm, kenapa?" Jawab alvaro dan langsung menyimpan ponselnya di atas meja.

"Engga, waktu itu dia pernah cerita tentang lo ke gue" jawab ricard.

"Tentang paan?" Jawab al yang sudah serius mendengarkan jawaban ricard.

"Soal dia suka sama lo. Emang lo gatau kalo dia suka sama lo?"

"Hm tau"

"Iya jadi waktu gue masih di luar negeri dia cerita terus ke gue soal lo. Kalo dia itu udah cape merjuangin lo, dan dia udah cape banget sama sikap dingin lo dan dia juga bilang kalo dia bakal ngejauhin lo" ucap ricard dengan membeberkan semua curahan hati tyas.

"Oh. Gue ga pernah nyuruh dia buat merjuangin gue kali" jawab al enteng.

"Kata tyas lo itu irit ngomong, tapi ini lo ngomong lebih dari 2 kata"

"Hm,gue balik dulu" ucap al dan langsung pergi meninggalkan ricard. Udah 2 orang yang bilang kayak gitu ke gue batin alvaro.

Alvaro menyusuri kota jakarta, makin mempercepat laju motornya. Al hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di rumahnya.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalan kaka ganteng" jawab azza dngan senyum manjanya.

"Bunda sama ayah mana za?"

"Pada pergi, gatau kemana" ucap azza yang sedang duduk di sofa.

"Gw ke kamar dulu ya de"

"Eh ehh kaa"

"Apa?" Alvaro memberhentikan langkahnya.

"Kita kerumah ka tyas yuk, kasian dia di rumah sendirian"

"Di rumah dia ada sahabatnya za"

"Iya gapapa, pokoknya lo harus anter gw kesana"

"Yaelah, iyaiya" ucap alvaro dan langsung melangkahkan kakinya ke kamar.

Alvaro melempar tasnya ke sembarang arah, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. Setelah 20 menit alvaro keluar dengan menggunakan celana jeans panjang dan kaos putih polos yang tampak jelas dada bidangnya.

Alvaro menuruni anak tangga untuk menghampiri adiknya. Dari jauh terlihat jelas azza yang sudah siap dan sedang menunggu di sofa.

"Ayoo" ucap alvaro yang langsung meleos menuju motor sport nya.

"Yaelah pake motor segala, jalan aja nyampe kali ka" ucap azza

"Lo mau gue anter ga?" Tanya alvaro.

"Iyaiyaa"

"Naik, gausah banyak ngomong" alvaro berdecik sebal.

Perjalanan ke rumah tyas hanya membutuhkan waktu 3 menit, karena emang jarak rumah mereka tidak terlalu jauh.

"Turun"

"Santai napa ka"

"Gue balik"

"Eh-eh ngapain pulang? Temenin gue di sini dulu ka. Gue ga akan nginep disinii"

"Males"

"Ayolah ka"

"Ga"

"Yaudah, gue bilang bunda"

"Iyaiya, dasar aduan!" Ucap al sembari menjitak kepala azza.

"Awww, reseeeee"

Azza memasuki gerbang rumah tyas dan mengetuk pintu rumah, tidak butuh waktu lama, si pemilik rumah keluar dengan celana jeans pendek selutut dan baju polos hitam. Cantik batin alvaro.

"Azza. Ayo masuk" tyas menyuruh azza masuk dan azza masuk lebih duluan dari pada tyas.

"Masuk al" ucap tyas dan langsung masuk ke dalam rumahnya.

"SHEN" teriak tyas dari lantai bawah. Tidak lama shena turun.

"Paan"

"Nih ada azza, dia adiknya alvaro"

"Haiii" sapa shena dan mengulurkan tangannya.

"Hai jugaa ka" sapa balik azza dan membalas uluran tangan shena.

** ** ** **

Haii gue potong dulu part yang ini, karena bener2 gue lagi ga mood banget buat nulis, gpp la ya dikit juga yang pnting gue ttp up kan, kasian kalian yang nunggu cerita gue (lah ngarep:v)

Semoga pada suka aja ya sama cerita aku, maaf juga kadang typo suka bertebaran di mana-mana dan cerita nya kgk seru juga🙁

Vote dan commentnya gue tunggu😗






ALVARONATHYASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang