•AlvaroNathyas• #37

5.4K 284 26
                                    

Jam dinding menunjukan pukul 06.15 pagi. Al sudah siap dengan seragamnya, karena waktu liburnya sudah habis, maka dari itu ia harus kembali beraktivitas seperti dulu, kembali sekolah, kembali berkutat dengan tugas-tugas yang tidak sedikit. Setelah itu Al mengambil tas serta kunci motornya. Al berjalan keluar, menghampiri keluarganya yang sudah berkumpul di meja makan.

"Pagi," sapa Al dan langsung duduk tepat di sebelah Azza.

"Pagi juga ka," sapa balik Azza dengan senyum manisnya.

"Pagi juga," ucap Resa dan Saiful bersamaan. "Nih kamu sarapan dulu." lanjut Resa dengan memberi satu piring yang berisi nasi goreng dan satu telur mata sapi. Al langsung menerima, dan menyantap nasi goreng itu dengan lahap. Tidak bisa di pungkiri, masakan bundanya memang paling enak.

Setelah beberapa menit menghabiskan makanan, Al langsung mencium tangan kedua orang tuanya.

"Dek, kaka gak bisa anter kamu. Kaka lagi ada urusan, kamu di antar ayah aja ya." ucap Al serta mengacak pelan rambut adiknya. Tidak bisa di bohongi, bahwa Al sangat menyayangi adik perempuan satu-satunya, walau kadang di buat kesal sendiri.

"Yaudah iya," balas Azza dengan memajukan bibir kecilnya.

"Bun, Yah, Al berangkat dulu, Assalamualaikum." ucap Al dan langsung berjalan keluar rumah.

"Waalaikumsalam,"

Al menaik motornya dan langsung melajukan dengan kecepatan tinggi. Sadari tadi Al terus mengeluarkan senyum nya yang jarang sekali terekspos, jalanan pagi ini tidak terlalu padat, jadi Al hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di depan rumah Tyas. Al mematikan mesin motornya, dan mengeluarkan handpone nya,

Gue udh di dpn rmh lo.

Al mengetik pesan untuk Tyas, tidak butuh waktu lama, si pemilik rumah keluar dan memberi sapaan hangat untuk Al.

"Pagi," sapa Tyas dengan memberikan senyumnya.

"Juga," balas Al dan memberikan senyum balik.

Semalam Tyas sempat berfikir, kalau Al tidak akan benar-benar menjemputnya, tetapi semua pikiran itu tidak sama sekali terjadi. Ntah mengapa perasaan yang Tyas kubur dalam-dalam seketika muncul dan bereaksi kembali. Padahal dulu, Tyas dengan susah payah mengubur dalam-dalam perasaannya.

"Mau sekolah apa mau bengong?" ucap Al yang tiba-tiba memecahkan lamunan Tyas.

"Eh i-iya ayo," jawab Tyas dan langsung menaiki motor Al. Al memberikan helm dan langsung melajukan motornya.

Selama perjalanan, Tyas diam-diam memperhatikan Al dari kaca spion. Wajah Al yang tampan, membuat Tyas senyum-senyum tidak karuan, di tambah dengan udah pagi ini, ke tampanan Al bisa menambah dua kali lipat.

"Gak usah senyum-senyum gituh, suka gue lagi baru tau rasa lo." ucap Al, sadari tadil Al pun diam-diam memperhatikan Tyas dari kaca spion. Tyas yang mendengar pun langsung salah tingkah,

"Pede amat, siapa juga yang senyum-senyum."

"Lo senyum-senyum karena liat ke tampanan gue yang berlipat-lipat ganda kan? Haha,"

"Dih apaan sih! Akhir-akhir ini lo aneh, kayaknya ini bukan Alvaro yang gue kenal deh. Jangan-jangan lo kemasukan jin yang baik hati dan tidak sombong kan?" ucap Tyas asal.

"Iya gue kemasukan jin, puas lo?"

"Hah, serius?! Ih yaudah turunin gue cepet! Gue gak mau kecelakaan gara-gara di bonceng sama jin!" balas Tyas dengan muka panik sambil menepuk pundak Al beberapa kali. Di balik helm yang di kenakan, Al mencoba untuk menahan tawanya, karena ini kali pertama nya ia melihat wajah panik Tyas.

ALVARONATHYASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang