Bab 29

83 7 0
                                        

Setelah dari dapur mengambil minuman Nadin kembali ke kamar, dia berjalan menuju kamarnya sambil bersenandung ria

Tiba di depan pintu kamar ayahnya dia mendengar kedua orang tuanya yang sedang berdebat, entah apa yang sedang terjadi di dalam sana. Pikir Nadin

Sedikit penasaran akhirnya Nadin menguping apa yang sebenarnya terjadi

Nadin membuka pintu kamar itu dengan pelan

" Apa yang harus ku lakukan " ucap Diana frustasi

" Aku juga tidak tau tapi mau tidak mau Nadin tetap anak kita " balas Thomas

Nadin yang sedang menguping pembicaraan mereka sedikit bingung

" Tetap anaknya, aku ? " batinnya

" Tapi keluarga kita tidak menyukainya, Aku merasa berdosa telah mengabaikan anakku Thomas " ucap Diana sambil meneteskan air mata

Nadin terkejut apa yang di katakan Diana tadi, tapi memang dari awal Nadin sudah merasakan kalau keluarga kedua orang tuanya memang tidak menyukainya

" Apa salahku " ucap Nadin dengan datar, kedua orang tuanya menoleh ke arah pintu dan terkejut karena Nadin sedang berdiri di depan pintu yang sudah terbuka lebar

" Nadin " ucap Diana sambil berdiri

" Apa salahku ma, kenapa mereka tidak menyukaiku, apa aku pernah melakukan kesalahan pada mereka ? " tanya Nadin dengan mata berkaca-kaca, dengan sekuat tenaganya dia tidak ingin menangis

" Bukan seperti itu nak, mama bisa jelasin " kata Diana

" Papa dan Mama..."

" Biar aku yang jelaskan " ucapan Thomas terhenti karena sudah ada seseorang yang memotong ucapannya

Mereka bertiga menoleh ke arah belakang Nadin dan di sana sudah berdiri tante Sindy

Tante Sindy hanya tersenyum miring " Biar aku yang jelaskan Diana, Thomas "

" Tidak aku saja " sela Diana

Tante Sindy mengangkat tangannya untuk menghentikan ucapan Diana, setelah itu dia beralih menoleh ke arah Nadin dan tersenyum tipis

" Kau ingin tau kesalahanmu karena kami tidak menyukaimu ? " tanya Tante Sindy

Nadin menangguk sendu

" Begini, sebenarnya kami tidak ingin melakukan itu, tapi kau hadir di dunia ini adalah suatu kesalahan besar, bagiku adalah kesalahan sangat besar " kata Tante Sindy

" Kenapa ? " tanya Nadin sambil meneteskan air matanya, jujur saja perkataan tantenya itu sangat menyakiti hatinya

Tante Sindy tersenyum sinis " Kau tanya kenapa ? Baiklah aku akan menjawabnya, kami tidak menginginkan kehadiranmu di dunia ini, kami tidak ingin Diana dan Thomas memiliki anak seorang perempuan, yang kami harapkan adalah keturunan seorang anak laki-laki bukan seorang anak perempuan, dan lebih membuat kami marah besar adalah ternyata bahwa Diana sedang mengandung anak perempuan, dan anak itu adalah kau yang pada dasarnya kau tidak berguna untuk keluarga ini, kau.."

" Hentikan " Teriak Nadin sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan

" Aku mohon hentikan " ucap Nadin dengan pelan sambil meneteskan air matanya, Diana sudah menangis dalam pelukan Thomas

Mereka tidak ingin hal ini terjadi, meskipun begitu Nadin tetap anak mereka satu-satunya

Tante Sindy hanya tersenyum sinis untuk menanggapinya dan Nadin sudah pergi dari ruangan yang menyesakkan hatinya

Sang Pencinta KegelapanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang