Happy Reading
Maaf jika typo bertebaran.
"Turunin aku di rumah Rhyta aja." Ucap Digna saat motor Ethan memasuki komplek rumah Digna.
"Kenapa nggak di rumah kamu? Takut dimarahin bonyok ya? Kan nanti bisa aku jelasin."Balas Ethan sambil menatap Digna lewat kaca spion motornya.
"Nggak kok. Malam ini aku tidur bareng Rhyta"
Mendengar itu, Ethan membuat mulutnya membentuk huruf o kemudian memasuki halaman rumah Rhyta dan dibelakangnya disusul oleh kakak-beradik pemilik rumah itu.
"Makasi buat malam minggunya sama jaketnya" Ucap Digna saat sudah turun dari motor dan memberikan jaket Ethan yang tadi ia kenakan selama perjalanan pulang.
***
"Kok kita berhenti disini sih? Rumahnya kan masih jauh" Ucap Digna saat Ethan tiba-tiba menghentikan motornya. Padahal perjalanan mereka baru beberapa ratus meter dari arena balap tadi.
Ethan menurunkan standar motor kemudian turun dari motornya membuat Digna mengerutkan keningnya, kebingungan. Sedang Digna masih duduk cantik di jok motor. Tanpa menjawab pertanyaan Digna, Ethan membuka jaket yang ia kenakan dan sepersekian detik kemudian, jaket itu sudah membalut tubuh Digna yang tadi hanya mengenakan kaos berlengan pendek.
"Kalo kamu kedinginan tinggal bilang aja. Nggak usah lewat kode ngusap-ngusap lengan gitu. Untung aku cowok yang peka" Ucap Ethan sambil tersenyum manis dan seperti biasa kedua tangannya sudah nakal untuk mengacak-acak rambut Digna.
Digna yang mendapat perlakuan manis dari pacarnya secara refleks menutup bibirnya yang sedang tersenyum dengan salah satu tangannya.
"Kayaknya aku harus bilang ke kamu lagi deh. Nggak usah jaim-jaimlah. Nggak seru kalo pacaran trus ada jaim-jaimnya. Aku nggak akan pernah jaim di hadapan kamu jadi kalo kamu jaim, resikonya tanggung sendiri." Jelas Ethan yang entah bagaimana hanya mendapat anggukan dari Digna. Sepertinya ia terhipnotis dengan bad boy - nya.
***
"Jangan sok pamer kemesraan deh. Baru jadian juga" Ucap Andy melihat kedua temannya itu.
"Hahaha...nggak suka? Bakar laut aja." Balas Ethan sambil tertawa kecil.
Ethan mengalihkan pandangannya ke arah Digna kemudian tersenyum kecil
"Aku pulang dulu ya. Tidur yang nyenyak dan jangan lupa mimpiin aku dalam tidur kamu"
Mendengar itu, Andy memasang ekspresi seperti orang yang ingin muntah sedangkan adiknya, Rhyta menatap mereka berdua dengan mata berbinar-binar dan tatapan memuja seperti sedang menonton Pasangan kekasih dalam drama korea.
"Apaan sih. Geli deh." Balas Digna sambil bergidik.
Ethan hanya tertawa kecil melihat tingkah Digna. Kemudian mengemudikan motornya meninggalkan rumah Andy.
***
Matahari pagi memang sehat tapi akan meninggalkan kesan yang menyebalkan juga jika panas yang ia pancarkan memberikan butiran-butiran kecil air yang keluar dari pori-pori kulit yang disebut keringat.
Yap, siswa-siswi SMA GARUDA 45 sedang mengikuti apel pagi yang dipimpin oleh kepala sekolah mereka di alun-alun sekolah. Ada yang mendengar arahan dan nasihat kepala sekolah dengan tenang dan damai namun ada yang mengeluh karena panas yang berlebihan.
Setelah 30 jam mengikuti apel pagi, akhirnya mereka dapat menikmati sejuknya air conditioner dalam kelas mereka masing-masing sambil bercengkrama ria menantikan guru-guru yang akan masuk ke kelas untuk mengawas.
***
Aroma-aroma makanan dari tempat bernama kantin sekolah mengundang anak-anak sma untuk mendatanginya setelah mendengar bel istirahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy? Serius?
Teen FictionDigna Angelista, si cewek kaku pencinta novel romantis yang selalu memimpikan memiliki kekasih dengan karakter bad boy, posesif dan terkadang romantis seperti yang sering ia temukan dalam novel romantis, apakah akan sanggup jika hal yang ia impikan...
