Happy reading ☺
Maaf jika ada typo
"Ethan....Ethan..woiii..Ethan..tungguin gue."teriak Edgar, salah satu sahabat Ethan disertai lari-lari kecil berusaha mengejar Ethan.
Earphone berwarna putih terpasang manis dikedua telinga Ethan. Sepertinya dia benar-benar sangat menikmati mendengar musik hingga tak mendengar namanya dipanggil terus-menerus. Langkah-langkah kakinya mantap berjalan menelusuri koridor menuju ruangan yang bertuliskan XI IPA 2. Walaupun terkenal akan julukan bad boy- nya, namun ia juga merupakan seorang siswa yang pandai. Buktinya ia mendapat peringkat ke-5 saat ulangan kenaikkan kelas dan mendapat tempat di kelas Ilmu Alam. Bukan sesuatu yang biasa untuk seorang murid julukan itu.
Saat sedang asyik berjalan bahunya tiba-tiba saja tertarik ke belakang hampir saja membuatnya jatuh. Bad boy itu terkejut dan berakhir dengan sebuah umpatan.
"Brengsek" umpatnya dengan tanga terkepal dan bersiap melayangkan tinju. Saat menoleh, yang didapatinya adalah sohibnya, Edgar yang lagi menyengir menampilkan gigi-giginya yang tumbuh tidak pada tempatnya.
"Hehe...sorry. Abisnya lo sih, gue panggil-panggil daritadi nggak nanggapin gue juga" Ucap Edgar berusaha membela diri.
"Oh..hampir aja muka lo bonyok. Tumben lo datang pagi"ucap Ethan sambil menurunkan tinjunya yang sudah siap ia layangkan.
"Gara-gara cewek gue minta dijemput jadi gue siap pagi-pagi " Edgar mensejajarkan langkah kakinya mengikuti Ethan.
"Oh ..Tipe pacar yang gampang disuruh-suruh. Dan sejak kapan lo punya pacar?" Ethan menoleh ke arah Edgar kemudian disertai kekehen kecil terdengar seperti mengejek
"Sialan lo. Sejak zaman primitif gue udah punya. Dan gue bukan tipe cowok kayak gitu tapi itu adalah tanda cinta gue ke dia. Nggak kayak lo gonta-ganti mulu" Edgar mendelik kesal
"Berarti lo keluarga dong sama om Pithe. Iya kan?" Ethan melangkah masuk kedalam kelas kemudian menaruh tas-nya di meja diikuti Edgar
"Om Pithe siapa lagi coba? Lo kok tambah aneh gini." Edgar menghampiri Ethan yang berjalan keluar kelas
Ethan berbalik menatapnya dan menunjukkan raut wajah seperti seseorang yang sedang menahan tawa
"Masa lo nggak kenal? Wah..parah lo. Sama keluarga sendiri aja lo nggak kenal" Ucapan Ethan benar-benar membuat Edgar penasaran
"Om Pithe siapa sih? Kayaknya om gue nggak ada yang namanya kayak gitu." Edgar benar penasaran hingga menggaruk-garuk tengkuknya tanda kebingungan
"Om Pithecantropus Erectus. Hahahaha....hahahaha" Akhirnya Ethan mengeluarkan tawanya. Sungguh, hal paling menyenangkan baginya saat ini adalah mengganggu Edgar.
Edgar yang mendengarnya menjadi emosi dan mengejar Ethan yang sudah berlari meninggalkannya.
***
"Ya Tuhan, ternyata sekolah masih sepi. Huuu...gue pikir udab telat." gumam Digna saat sudah memasuki halaman sekolahnya.
Penampilan Digna hari ini mungkin membuat kita hanya bisa menghembuskan nafas. Dua buku tebal mirip seperti kamus jika dilihat dari jauh berada dalam genggamannya. Tas punggung berwarna biru laut polos berbahan kulit bersandar nyaman di punggungnya dengan volume tas yang membesar mungkin karena kekenyangan dengan berbagai macam buku pelajaran yang dimasukkan kedalamnya. Rambut yang dikuncir tinggi namun terkesan berantakan menandakan bahwa dia adalah gadis yang malas menyisir rambut. Hal ini membuatnya tidak menarik sedikitpun juga. Namun, ada bagian yang patut diacungi jempol karena kerapiannya dalam berseragam. Orang-orang yang melihatnya akan berpikir kalau dia adalah siswa teladan dengan penampilan seorang kutu buku jika ditambah sentuhan terakhir, kacamata. Namun jika dilihat secara teliti dua buku yang dipegang olehnya ternyata adalah novel terjemahan. Dan tas dengan volume yang besar itu bukan karena kekenyangan akan buku pelajaran melainkan origami berbagai bentuk yang memenuhi isi tas-nya. Kalau tidak percaya, tanyakan pada Dira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy? Serius?
Fiksi RemajaDigna Angelista, si cewek kaku pencinta novel romantis yang selalu memimpikan memiliki kekasih dengan karakter bad boy, posesif dan terkadang romantis seperti yang sering ia temukan dalam novel romantis, apakah akan sanggup jika hal yang ia impikan...
