Part 6

227 18 0
                                        

Happy reading
Maaf jika typo bertebaran

"Kak, bukunya udah selesai dibaca. Saya mau pinjam buku baru lagi. Judulnya Atheis" ucap seorang siswi sambil menyerahkan buku ke petugas perpustakaan.

"Oke. Kamu kok nggak bareng teman-teman kamu yang gila itu?" tanya Kak Leon, petugas perpus sekedar basa-basi sementara kedua tangannya sibuk merapikan buku-buku di rak.

"Mereka lagi di kantin." jawab siswi itu kemudian melangkah mencari bangku yang nyaman dan mulai fokus membaca.

"Hahaha....Sumpah....pak Rinto tuh lucu banget. Masa dia nggak nyadar kalo lagi dikerjain?"

"Hahaha....gue kasian lihat nasibnya dia"

Suara-suara bass disertai tawa menggelegar memenuhi gedung perpustakaan sekolah mengganggu konsentrasi dari seorang siswi dengan buku yang sedang ia baca

"Berisik banget. Tapi suaranya kayak gue kenal deh" gerutunya sambil terus membaca buku tersebut tanpa melihat siapa yang membuat keributan.

Petugas perpustakaan merasa risih dengan keributan yang mereka buat sehingga menegur mereka.

"Kalian nih ribut sekali. Ini perpustakaan. Nggak lihat kalo kalian mengganggu orang lain yang sedang membaca" tegur petugas perpustakaan dengan mata melotot.

"Sorry kak, lagi bahagia. Kak, gue mau balikin buku bio nih. Ditaruh di rak bagian mana?" tanya salah satu dari siswa tersebut.

"Taruh aja dimeja. Entar gue yang susun." petugas perpustakaan itu sedang membereskan buku-buku yang lain.

Siswa itu kemudian menaruh buku biologi di meja. Kedua pasang matanya menangkap sosok gadis yang dikenalnya. Senyuman kecil pun menghiasi wajah tampannya. Apakah ada hal yang lucu?

Dia menghampiri gadis itu dengan wajah yang masih tersenyum

"Hei..Digna kan?" tanyanya sekedar basa-basi saat sudah berada di depan gadis itu

Gadis yang sedang asyik membaca itu dengan malas mengalihkan pandangan dari bukunya dan mendongakkan kepalanya menatap lelaki yang bertanya kepadanya

Terkejut? Sedikit. Dia baru menyadari pemilik suara yang tadi membuat keributan adalah si bad boy.

"Ethan?" Hanya kata itu yang mampu ia katakan sebagai balasan

Ethan tersenyum kemudian duduk di sebelah Digna.

"Kok sendirian? Teman-teman lo yang centil pada kemana?"tanya Ethan

Digna yang merasa risih sedikit menggeser duduknya menjauhi Ethan. Sedangkan Ethan dengan tampang innocent-nya semakin mendekati Digna.

"Emang gue kayak kuman ya? Pake dijauhi segala" sindir Ethan dengan alis terangkat dan tangan yang menopang dagunya

Digna merasa bersalah dengan sindiran Ethan.

"Maaf. Saya nggak nyaman kalo deketan kayak gini." ucap Digna lirih.

"Nggak perlu minta maaf . Gue cuma becanda kok"balas Ethan dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.

"Kenapa senyum mulu sih? Lo nggak tau kan senyum yang lo umbar bikin gue makin terpesona sama lo", batin Digna

Digna yang masih terpesona dengan senyuman Ethan tak tahu apa yang harus ia ucapkan sehingga ia hanya menganggukkan kepalanya. Suasana yang benar-benar canggung terjadi di antara mereka. Hening tanpa ada obrolan sedikit pun.

Bad Boy? Serius?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang