Part 1

510 26 4
                                        

Happy reading ☺
Maaf jika ada typo.

"Pagi, Digna-ku tersayang. Lagi ngapain nih?" Sapa Dira, sahabat terbaik Digna yang tiba-tiba muncul di depannya dan kemudian menaruh tas sekolahnya dan duduk di samping Digna.

Sapaan itu sontak membuat Digna terkejut dan mendelik kesal pada sahabatnya yang hanya ditanggapi balik dengan cengiran kudanya.

"Lagi manjat pohon." balas Digna tetap fokus pada buku yang ia baca tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Dira.

"Ketus banget sih. Orang lagi baca buku juga jawabnya manjat pohon" Dira mengambil buku yang sedang dibaca oleh Digna dan membaca judulnya keras-keras

"I Swasta Setahun Di Bedahulu. Buku apaan nih? Romance? Horror? Matematika? I Swasta itu apa? Setahun itu maksudnya satu tahun ya? Gue nggak ngerti deh ama buku yang kayak gini" ucap Dira sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal tanda kebingungan

"Ihh..jangan keras-keras bacanya. Ganggu orang di dalam kelas" Digna yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas dan kemudian merampas buku itu dari tangan Dira.

"Nggak tahu malu banget sih jadi orang. Udah ngagetin, trus ngambil paksa buku yang lagi gue baca. Dasar cewek gila." Ucap Digna kesal sambil menahan amarahnya

"Masih pagi juga kali. Cuma kita berdua aja kok yang baru di kelas. Anak-anak yang lain kan lagi keluar fotocopy. Jadi, nggak ganggu kok. Lo aja yang lebay." Dira yang merasa bersalah hanya bisa menampilkan gigi-giginya putihnya yang tersusun rapi alias nyengir kuda

"Hehe...maaf. Jangan marah dong. Lo kan tau gue emang cewek gila. Masa gara-gara buku aja lo sampe segitunya ama gue." ucap Dira sambil mengelus-elus jari kelingking Digna.

Digna yang kesal dengan Dira kemudian tersenyum lembut ke arahnya dan seperti biasa Digna akan berbagi cerita yang baru dibacanya dari novel atau dari film yang baru ditontonnya.

Digna Angelista, seorang cewek cantik tapi kaku, dengan tampang sedikit jutek, pendiam, dingin, bukan orang yang ramah, susah akrab dengan orang dan yang terakhir kalau lihat mukanya tuh ada perasaan ingin memukul wajahnya yang jutek. Itulah kesan pertama tentang Digna menurut sudut pandang Dira

Dira, teman sekaligus sahabat pertama Digna di bangku SMP kelas 2. Sampai sekarang Dira tak habis pikir dengan Digna. Dari semua sahabat yang pernah Dira kenal, kesan pertama yang paling berbeda adalah bersahabat dengan Digna. Bayangkan saja, butuh waktu 1 tahun sampai mereka bisa akrab seperti ini. Padahal mereka sekelas dari SMP kelas 1 tapi karena sikap Digna yang seperti itu akhirnya mereka baru bersahabat saat kelas 2 SMP. Itu juga karena teman sebangku Digna pindah sekolah saat naik kelas 2. Jadi, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Dira untuk lebih akrab dengannya. Hanya karena rasa penasarannnya yang tinggi dengan Digna membuatnya memberanikan diri untuk menjadi teman sebangkunya. Dalam pikirannya pasti Digna akan menolak tapi ternyata Digna dengan senang hati menerimanya.

Awal-awal saat mereka menjadi teman sebangku, Digna itu irit bicara banget. Orangnya tuh kaku, plus kritis banget. Tapi setelah 2 minggu, terbongkarlah semua sifat asli Digna dibalik sifatnya yang selama ini ia tampilkan.

Gila, suka cerita, kritis pake banget, culas, penyabar, kadang-kadang suka sok tahu, kaku banget sama cowok yang baru dikenal makanya sampai sekarang masih jomblo, trus dia itu orangnya demam panggung banget kalau disuruh tampil di depan umum padahal dia pintar sih trus umm...apalagi ya..pokoknya banyak deh. Gue udah lupa. Itu adalah kesan kedua Dira saat sudah kenal lebih jauh dengan Digna.

"Ehh...Dir, Dir, Diraaaa..lo nggak denger tadi gue bilang apa? Gue cerita sedih kok lo senyum-senyum gitu sih?" teriak Digna membuyarkan lamunan Dira karena sedari tadi hanya senyum-senyum tidak jelas

Bad Boy? Serius?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang