Happy reading☺
Maaf jika typo bertebaran."Ethannnnn..." teriak Digna ketika melihat Ethan sedang duduk bersama Andy di lapangan basket. Mungkin sedang istirahat setelah latihan main basket. Kalian pasti pada heran kan kok Digna teriak-teriak gitu?? Padahal katanya cewek kaku. Eitss...tunggu dulu. Dia berani berteriak karena hanya ada Ethan sama Andy sedangkan yang lainnya lagi pada ke toilet, nemenin pacar yang masih ekskul(biasalah..manja), nyari makan, nyari minum so tempatnya agak sepi-sepi gimana gituu..
Digna pun baru selesai mengikuti ekskulnya, yaitu menggambar.
Sekolah mereka mewajibkan setiap siswa-siswi untuk mengikuti ekskul di sekolah yang dilaksanakan pada sore hari sesuai dengan jadwal seperti olahraga, pramuka dan kesenian. Tujuannya untuk mengembangkan bakat para pelajar. Beruntungnya pasangan yang belum tahu putus-putusnya ini ternyata memiliki jadwal ekskul yang sama, ya..siapa lagi jika bukan Ethan dan Digna. Dimulai dari hari jadian mereka pada tanggal 02 Desember, hubungan mereka masih bertahan sampai empat bulan ini. Cukup lama bukan bagi seorang Ethan? Dan satu hal yang harus diketahui, Ethan benar-benar menyayangi Digna sampai-sampai dia sudah menganggap Digna sebagai adiknya sendiri dan itu sudah menunjukkan sekali jika Digna lebih dari pacar. Jika lebih dari pacar berarti keluarga dong.
Digna pernah ditanya kenapa Digna mau pacaran dengan Ethan oleh sahabat-sahabatnya karena saat awal-awal pacaran, Ethan itu benar-benar menyebalkan hingga membuat sahabat-sahabatnya kesal dan menyuruh Digna untuk memutuskan Ethan namun Digna menjawab Ethan itu lebih dari pacar. Dia bisa jadi sahabat dan kakak Digna. Dia spesial. Kalian cuma lihat dia dari covernya doang. Kalo gue udah membaca isinya. Jawaban Digna itulah yang membuat mereka berhenti menyuruh Digna memutuskan Ethan. Mengapa mereka kesal dengan Ethan? Bayangkan saja, waktu istirahat di kantin, Digna sama sahabat-sahabatnya lagi makan dan disamping mereka ada sekumpulan adik kelas centil yang sok kecantikan. Mereka begitu gaduh dari awal masuk kantin seolah-olah menganggap kantik itu milik mereka. Memangnya siapa yang tidak terpancing emosi jika kegiatan makannya diganggu. Okelah..jika makan diselingi dengan bercerita tapi ini keterluan. Suara mereka sudah besar, ditambah tawa mereka yang seperti sedang mencari sensasi agar semua orang di dalam kantin melihat ke arah mereka. Yang ada malah bikin jijik. Digna, Dyra, Ella dan Bella yang merasa sudah sangat terganggu, akhirnya salah satu dari mereka berempat menghardik kurcaci-kurcaci itu."Hee...kantin tu tempat makan bukan tempat cerita. Kalo mau cerita, tu taman-taman cantik lagi terbentang luas." Tegur Dyra yang terdengar seperti bentakan kecil sambil menunjuk ke arah taman.
Beberapa dari mereka nyalinya langsung ciut dengan tanda-tanda wajah pucat pasi seperti orang yang baru selesai dibedakkin sedangkan dua orang lainnya malah nyolot. Nah..dua orang ini yang dari tadi ingin sekali dilihat.
"Emang...kenapa?? Kakak nggak suka?? Ya..nggak perlu unjuk senioritas juga kali" Balas salah satu cewek centil itu sambil memutar bola matanya.
Digna, Ella dan Bella yang mendengar hal itu benar-benar geram. Dari awal mereka sudah tidak menyukai 2 kurcaci ini.
"Whatt???? Unjuk senioritas?? Emang tampang gue kayak pengen banget dibilang senior ya?? Haa?? Ehhh...kayak gue nggak ada kerja aja buat negur kalian. Okelahhh..kalian boleh makan sambil cerita tapi nggak perlu selebay itu juga kali. Kalian nggak nyadar ya..dari tadi tu semuanya keganggu sama kalian. Dari awal masuk aja kalian udah bikin gaduh. Nggak lihat juga tadi beberapa ampe tutup kuping gara-gara kalian apalagi kita-kita yang duduknya dekat sama kalian. Lama-lama budek. Ehh..ini ditegur malah nyolot" Balas Dyra dengan mata melolot sambil menunjuk satu-satu diantara mereka.
Siapa yang nggak ciut coy?? Digituin sama kakak kelas? Apalagi kakak kelas yang ini udah terkenal garangnya lho.
Adik kelas yang tadi membalas itu tiba-tiba diam, mungkin ia menyadari kesalahannya atau mungkin sedang memaki-maki Dyra dalam hati. Siapa tahu..

KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy? Serius?
Teen FictionDigna Angelista, si cewek kaku pencinta novel romantis yang selalu memimpikan memiliki kekasih dengan karakter bad boy, posesif dan terkadang romantis seperti yang sering ia temukan dalam novel romantis, apakah akan sanggup jika hal yang ia impikan...