Happy reading ☺
Maaf jika typo bertebaran
Bel istirahat berbunyi, kantin dipenuhi para murid kelaparan maupun murid penggosip yang menggunakan kantin sebagai tempat penyebaran berita hoax mereka. Taman-taman di setiap kelas penuh dengan siswa siswi yang yang mengistirahatkan otak mereka dari tumpukan pelajaran dengan bercerita omong kosong maupun omong berisi, sebagian menggunakan taman sebagai tempat yang nyaman untuk membaca. Karena di setiap taman kelas ditanami pohon-pohon kecil yang rindang. Begitu sempurna. Beberapa yang lain menggunakan untuk tempat pacaran ala anak SMA. Ya...bagaimanapun juga anak SMA tidak bisa lepas dari kata "pacaran". Semua sudut di sekolah digunakan sebaik mungkin sebagai tempat menunjukkan kasih sayang mereka kepada pasangannya masing-masing.
Di depan kelas XI IPA 1, khususnya taman di depan kelas ini dimanfaatkan oleh Ethan, Iya Ethan untuk bertemu dengan pacarnya, ya..siapa lagi jika bukan Digna.
"Sayang, hari ini mau balapan. Temani aku ya..biar bisa semangat" Ethan yang terdengar seperti bujukan sambil kedua tangannya memainkan rumput taman.
"Jangan balapan lagi. Kamu tuh kemarin hampir dicelakain sama rival kampretmu itu. Nggak kapok?" Digna menutup novelnya sambil memandang kesal ke arah Ethan
"Nggak dicelakain, Na. Kamu lihat sendiri aku baik-baik aja. Malahan aku yang menang." Elak Ethan tersenyum bangga.
Mungkin terlihat berlebihan ketika Digna melarang Ethan balapan lagi. Tapi dia punya alasan yang kuat. Alasan sayang pada pacarnya, alasan khawatir takut Ethan kenapa-kenapa. Minggu kemarin Ethan sempat balapan lagi, Digna jelas menemani bersama beberapa temannya Dira, Bella, Ella, Rhyta, Andy dan beberapa teman Ethan lainnya. Ia melihat sendiri bagaimana lawan Ethan mencoba mencelakai Ethan. Jantungnya seperti ingin copot. Syukurlah Ethan dapat mengendalikan kendaraannya dengan baik sehingga tidak terjadi apa-apa. Menurut Digna, mungkin itu sebuah keberuntungan. Bagaimana jika kali ini Ethan benar-benar mengalami masalah. Ya Tuhan..jauhkan itu dari pada Ethan, batinnya
"Ya udahlah. Terserah kamu." Balas Digna cuek walaupun dalam hatinya ada perasaan khawatir
"Jadi kamu mau nemenin aku kan?" Tanya Ethan dengan wajah sok puppy eyes miliknya.
"Nggak," Digna bangkit dari duduknya, malas meladeni pacarnya karena keras kepala.
"Naaa..." Bujuk Ethan dengan suara yang dibuat semanja mungkin
Digna tidak menoleh
"Sayang.."
"..."
"Sweety..."
"..."
"Honey.."
"..."
"My future wife"
Digna melotot ke arah Ethan disusul timpukan novel yang mendarat di kepala pacarnya. Pada akhirnya Ethan hanya bisa meringis sambil tertawa kecil. Pacarnya begitu lucu.
***
"Tante, Digna ada nggak di rumah?" Tanya Rhyta ketika menemukan mama Digna sedang menggunting daun-daun bunga yang kering. Ya...Mama Digna adalah seorang penyuka tanaman sehingga halaman rumah Digna sudah seperti taman kota, dipenuhi berbagai macam tanaman seperti mawar, kamboja, bunga gelombang cinta dan lain sebagainya.
"Digna? Lagi kerja kelompok di rumah temannya. Ada apa nyari Digna? Pasti nonton drama korea baru lagi nih," goda mama Digna sambil tersenyum
"Nggak tante. Mau ngajak Digna jalan bareng teman-teman tapi udahlah lain kali aja," balas Rhyta sedikit kecewa
"Teman-teman? Sama Ethan juga?" tanya mama Digna lagi sambil tersenyum. Dengan cekatan kedua tangannya menata bunga-bunga itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy? Serius?
JugendliteraturDigna Angelista, si cewek kaku pencinta novel romantis yang selalu memimpikan memiliki kekasih dengan karakter bad boy, posesif dan terkadang romantis seperti yang sering ia temukan dalam novel romantis, apakah akan sanggup jika hal yang ia impikan...
