Part 20

45 2 5
                                        

Happy Reading ☺
Maaf jika tu bertebaran

Kegaduhan memenuhi ruang kelas XI IPA 1 karena guru biologi sekaligus wali kelas mereka belum masuk padahal waktu sudah menunjukkan pelajarqn dimulai. Beberapa menit kemudian guru mereka masuk beserta seorang siswi yang mengikutinya dari belakang. Andy, si ketua kelas memimpin teman-temannya untuk memberi salam. Namun dalam hati masing-masing saling bertanya siapa gerangan siswi itu karena mereka semua baru pertama kali melihatnya.

"Anak-anak, kita kedatangan murid baru. Ayo nak, perkenalkan dirimu" Ucap Bu Susi, selaku wali kelas XI IPA 2 membuka percakapan pagi itu.
Disampingnya berdiri seorang gadis cantik bermata bulat, memiliki hidung mancung dan bibir sedikit sexy, dengan kulit putih mulus, berambut lurus sebahu dengan tinggi sekitar 160 cm. Sungguh..bentuk tubuhnya seperti model. Tentu saja gadis cantik di depan ini mengalihkan perhatian penghuni XI IPA 1. Tak terkecuali Ethan bersama teman-temannya yang duduk di pojok kelas.

"Selamat pagi teman-teman. Perkenalkan nama saya Freya Anastasya. Saya pindahan dari Jogja. Salam kenal." Freya mengakhiri perkenalannya dengan tersenyum kecil.

Jomblo-jomblo di kelas itu semakin bersemangat dengan kehadiran Freya.

"Freya, kamu duduk di samping Nina." Tunjuk Bu Susi pada seorang siswi yang duduk sendirian di barisan kedua.
Hal ini membuat murid-murid lelaki yang duduk dekat Nina bersorak riang sedang Nina tersenyum manis pada Freya yang menghampiri bangku kosong di sampingnya.  Mereka berdua berkenalan kemudian pelajaran dimulai setelah mendapat instruksi dari Bu Susi

***
Di depan ruang kelas XI IPA 1, dua orang murid sedang memperebutkan sesuatu yang berakhir dengan salah satu murid yang mengalah.

"Na, jangan gitu dong. Lo tu emang teman kampret ya. Lo nggak tau apa seberapa keras usaha gue buat ngedesain gambar ini dan lo ngambil seenak jidat lo." Gio, teman kelas Digna menggeplak kepala Digna karena mengambil secara paksa gambar desain Gio.

"Aww..kasar banget sih jadi cowok. Gue sumpahin lo nggak ada cewek yang mau sama lo"
Ucap Digna dengan wajah cemberut sambil mengusap-usap kepalanya.

"Lo juga sih main ambil-ambil aja." Gio menghampiri Digna kemudian membantu mengusap kepala sahabatnya itu guna menebus kesalahannya. Kesalahan? Sebenarnya siapa yang bersalah disini? Dia atau Digna? Tapi kembali lagi pada statement " cewek selalu benar "

"Gue tadi udah minta baik-baik kok. Lo aja yang emang dasar pelit. Kenapa sih sama cewek lain aja baiknya minta ampun. Ehh ..sama gue pelit banget," omel Digna memasang tampang masam kemudian mendudukan bokongnya di salah satu bangku panjang yang disediakan di depan tiap kelas disusul Gio yang duduk disampingnya.

"Yaelah Na. Mulai deh cari-cari kesalahan gue. Apasih yang nggak pernah gue kasih ke lo. Masih aja lo bilang  gue pelit. Atau lo mau keperjakaan gue sekaligus? Yuk.." Goda Gio sambil mengedipkan matanya seperti om-om hidung belang kemudian tangannya mengusap-usap lengan Digna lembut.

"Ihh..apaan sih. Jadi cowok mesum banget." pekik Digna sambil memukul-mukul sahabatnya yang hanya ditanggapi dengan tawanya.
Teman-teman lain yang mendengar pekikan gadis itu menganggap itu sebagai makanan sehari-hari karena ketika Gio dan Digna bersama seperti itulah yang akan terjadi. Hingga mereka pernah berpikir bahwa Gio dan Digna akan pacaran. Nyatanya tidak. Mereka hanya dekat sebagai sahabat. Tidak lebih dari itu.

"Udah dong Na. Galak banget jadi cewek. Kok bisa sih Ethan mau sama lo. Kalo gue jadi dia mah gue udah nyari yang cakep" Dumel Gio.

"Ngapain dia nyari yang cakep kalo yang sekarang sama dia tu bidadari." Balas Digna dengan gaya sok cool sambil melirik ke arah Gio dengan ekor matanya

Bad Boy? Serius?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang