Eyes

1.9K 107 11
                                    

Sae memulai harinya dengan semangat hari ini. Ia sejak tadi pagi berada dalam mood yang bagus. Semoga tak ada yang menghancurkan moodnya hari ini. Karena apa? Sae adalah orang yang moody-an.

Sae memasuki kampus dengan semangatnya, ia mengenakan earphone untuk mendengarkan lagu kesukaannya, Astro-Confession. (Sorry ya ngambil konsep k-pop, pasalnya aku juga fans Astro)

Saking asik menggulir layar ponselnya, Sae tak sadar jika Third dan teman-temannya tengah memperhatikannya dari jauh.

Sae masih sibuk dengan ponselnya saat ia sedang berselisihan jalan dengan Third.

Merasa diperhatikan, Sae mengangkat kepalanya dan melihat Third dan teman-temanya menatapnya licik.

Sae hanya membalas tatapan itu dengan tatapan tajam dan tak sukanya, sampai bunyi notifikasi masuk kedalam ponselnya yang menyebabkan gadis itu tersadar.

Ia kembali melirik ponselnya dan sungguh ia kaget dengan apa yang baru saja ia lihat.

Dibagian teratas dari notifikasinya ia melihat sebuah video yang terputar otomatis. Video kemarin ia dipermalukan oleh Third.

Sae otomatis marah dan menolehkan kepalanya kebelakang. Disana, ia melihat punggung Third dan teman-temannya dengan pandangan marah. Sungguh ia benar-benar emosi kali ini.

Sae menolehkan kepalanya kembali dan melihat di dinding yang berada tepat disampingnya terdapat selebaran berisi foto dirinya yang ditempeli peringatan Third.

Melihat itu semakin menaikkan emosinya yang sekarang telah mencapai ubun-ubun.

Dengan ganas, ia menyambar semua selebaran yang tertempel itu dan meremukkannya sekaligus. Ia bahkan tak peduli jika ia membuang sampah sembarangan.

Sae dengan perasaan marah yang sudah tak bisa dibendung lagi itu beranjak pergi dari sana dan menuju loker, guna mengambil buku ataupun paper yang ia perlukan.

Sesampainya diloker, semua orang tengah memperhatikannya dengan pandangan meremehkan. Ia benar-benar dipermalukan kali ini.

Dengan perasaan campur aduk, Sae menderap langkaj kakinya menuju lokernya dan membuka lokernya dengan kasar.

Ia dengan amarah yang tinggi mengambil buku dan paper yang harus dikumpulkannya hari ini. Dan meninggalkan daerah loker dengan menghentakan langkahnya.

Tanpa Sae sadari, Aom dan Leo tengah menatapnya iba. Mereka tak menyangka jika Third akan setega ini.

Karena dikampus ini, bully yang parah adalah memasukkan bahan bully ke situs kampus yang nantinya akan diunduh oleh banyak orang dan dilihat oleh ribuan mahasiswa dikampus ini.

Biasanya sang korban bully seperti ini akan pindah kampus karena malu, bahkan ada yang lebih parah, ia bahkan sampai pindah negara dan meninggalkan Thailand.

Dan gadis yang baru saja meninggalkan daerah loker itu sekarang mengalaminya. Seorang primadona kampus yang selalu dipuji akan kecantikan dan kepintarannya oleh dosen maupun mahasiswa dibully dengan bully yang akan mencoret nama baiknya.

Bahkan video itu ditambah-tambah oleh seseorang dan terlihat Sae yang dibully dan masih saja melawan. Disana ia benar-benar terlihat seperti seseorang yang sok kuat padahal ia lemah.

Third memang benar-benar keterlaluan. Tak seharusnya ia membully seseorang sampai seperti ini.

Sae memasuki ruangan kelas dimana dosen yang akan mengajarkannya hari ini.

Didalamnya sudah terdapat beberapa orang kutu buku dan seorang dosen yang akan mengajarnya.

Sejujurnya Sae malu untuk masuk kuliah saat ini. Lihatlah semua orang didalam ruangan ini sedang memegang ponsel mereka sembari menatapnya aneh dan mengintimidasi.

Love Warning[COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang