Dream I

2K 89 17
                                    

"Claine"gumam Sae namun dapat terbaca dari gerak bibir oleh Claine.

"Hy nona, butuh tumpangan?? "tanya Claine diiringi senyum manisnya. Sangat manis, sampai membuat semua gadis di halte itu berteriak histeris(bayangin drama korea ya, nggak jauh beda kok)

Sementara para gadis disana berteriak histeris, Sae terdiam ditempat sembari menahan nafas. Sungguh senyum Claine sangat manis, sampai ia tak bisa bernafas didekat pria itu. Bahkan sekarang jantungnya berdetak kencang.

'Jangan sampai pemuda itu mendengarnya' batin Sae memperingati. 

"Heiii"panggil Claine berusaha menyadarkan Sae.

"Heii, Jubjang"panggil Claine lagi, namun naas sampai saat ininSae belum sadar juga.Claine bahkan melambaikan tangannya tepat didepannya wajah cantik Sae.

"Jubjang"panggil Claine sedikit lebih keras dan berhasil menyadarkan Sae.

"Uhh, apa?? "tanya Sae linglung. Ia menjadi salah tingkah.

"Hhhh, ayo naik"seringai Claine seringan beledu, dan menyuruh Sae untuk naik kemotor besarnya.

"Ehhh, nggak usah, aku bisa nunggu kok"tolak Sae halus, sebenarnya ia hanya takut detak jantungnya yang terlalu keras terdengar oleh Claine.

"Ayolah, mumpung gue lagi baik nih"ujar Claine masih disertai senyum manisnya.

Semua gadis dihalte langsung memegang jantung mereka lantaran senyum Claine yang terlalu manis.

Sedangkan Sae ia masih berpikir, ia takut malu. Kediaman Sae membuat Claine gemas, akhirnya Claine turun dari motornya dan berjalan mendekat kearah Sae.

Setiap gadis dihalte semakin berteriak histeris melihat pemuda tampan itu menghampiri sang gadis.

Dijarak yang ia pikir sudah cukup Claine tanpa diduga, ia menggenggam tangan Sae dan menariknya menuju motornya. Dan itu tanpa permisi kepada sipemilik.

Sae malah semakin kaget. Tangannya yang digenggam Claine terasa pas dan ia merasa aman. Namun itu tak dapat menghilangkan rasa gugup Sae. Tangannya didalam genggaman Claine mendingin saking gugupnya.

Claine kemudian berhenti tepat disamping motornya, dan melepaskan genggamannya pada tangan Sae.

Sae terdiam, saat Claine melepaskan genggamannya tangannya seolah merasa kehilangan. Ada apa dengan dirinya??

"Mau naik sendiri, atau dibantu"ucap Claine yang berhasil membuat Sae malu. Sungguh pemuda itu sedang mempermainkan dirinya.

"Nggak usah, bisa sendiri"ujar Sae. Ia kemudian dengan egois dan rasa malu langsung naik keatas motor Claine.

Namun belum sepenuhnya ia naik, ia terhqmbat, motor ini terlalu tinggi untuk dirinya ia merasa terlalu pendek. Ia bahkan kesusahan naik.Claine yang melihat itu langsung tertawa dengan lepasnya.

Sedangkan Sae, ia malu setengah mati. Ya tuhan, mereka saat ini berada dihalte yang penuh dengan orang-orang.

Claine kemudian memegang pinggang Sae dan menaikkan Sae secara sempurna keatasnya motornya. Disaat yang bersamaan jantung Sae malah berdetak semakin keras. Sangat keras, sampai ia takut Claine mendengarnya.

Claine kemudian menyusul naik keatas motornya sendiri.

"Pegangan"ujar Claine sembari menoleh kebelakang. Sae yang ragu dimana ia akan berpegang, akhirnya hanya memegang bahu Claine saja.

Namun tindakan Sae tersebut kembali mengundang tawa kecil dari Claine.Claine kemudian mengambil tangan Sae yang berada dibahunya dan melingkarkannya tepat dipinggangnya.

Love Warning[COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang