Malam lalu memang kelabu
Rembulan samar bersemu
Mega mengarak dengan sendu
Melinangkan bulir-bulir bening yang rinai melaju
Di bawah atap itu kita bersila
Menyesap hangatnya sepoci teh yang manis di rasa
Menyuap gurih sepiring nasi goreng untuk berdua
Menikmati dingin sepoi angin yang mengalun mesra
Akankah kau merasakan
Darahku yang kian berdesir
Degup jantung yang kian berantakan
Menikmati kilatan senyummu yang sehalus pasir
Dendang siulan gelatik bersahut-sahutan
Mengiringi tawa lepas yang tak kunjung berhenti
Potret kita di insta story mu mengundang banyak perhatian
Mengundang seragam pertanyaan yang terkesan menyelidiki
Disitu aku terdiam, termenung
Hatiku mendadak mendung
Memikirkan fakta yang diam-diam membuatku merana
Bahwa aku hanyalah sebatas teman bagimu yang bercita-cita mengabdi Tuhan seutuhnya
Amat sed non amatur
Mencintai tapi tidak dicintai
Biar kusimpan kenangan manis ini layaknya sebuah karikatur
Dalam diam, jauh di dalam hati
—lex
KAMU SEDANG MEMBACA
Him
PoetryKumpulan sajak berirama Yang terinspirasi dari mereka Yang tanpa disadari Menyumbang deretan kisah penuh arti Dalam perjalanan waktu Aku dengan diriku
