Malam itu
aku bertemu
lagi dengannya
Mata itu
pernah menatapku
dengan memuja
Telinga itu
pernah mendengar ocehanku
dengan sabarnya
Bibir itu
pernah menyapu pipiku
hingga merona
Tangan itu
pernah menggenggamku
dengan eratnya
dan
Tubuh itu
pernah berada dalam pelukanku
tanpa sengaja
Semua itu
yang selama ini membuatku merindu
dalam diam dan kesunyian
Malam itu
tak lagi tampak semu
benar nyata aku di hadapannya
Berkedut mataku
menahan sesuatu mengganjal di pelupukku
untuk tak berhamburan kemana-mana
Kelu lidahku
tidak tahu
harus berkata apa
Gemetar tubuhku
menahan degupan yang menderu
begitu hebatnya
dan
Bodohnya aku
yang membuang-buang waktu
hanya sekadar diam tanpa kata
Bodohnya aku
yang mengacuhkanmu
berpura-pura
seandainya
Malam itu
bisa kembali kuputar
Inginku merengkuh tubuhmu
dalam pelukan
menyalurkan kerinduanku
yang menyesakkan
Inginku menyentuh setiap inchi wajahmu
dengan kecupan
menyalurkan kerinduanku
yang tertahan
Malam itu
sungguh aku menyesal
— lex
KAMU SEDANG MEMBACA
Him
PoesíaKumpulan sajak berirama Yang terinspirasi dari mereka Yang tanpa disadari Menyumbang deretan kisah penuh arti Dalam perjalanan waktu Aku dengan diriku
